• 21 May 2026

Harga Ayam Terjun Bebas, Kini Disepakati Rp19.500/Kg

uploads/news/2026/05/harga-ayam-terjun-bebas--68962f761a2c337.jpg

Jagad Tani - Upaya menjaga stabilitas industri perunggasan nasional tengah dilakukan, karena terjadinya tekanan harga ayam hidup (livebird) di tingkat peternak. Sehingga bisa melindungi peternak, sekaligus menjaga keberlanjutan produksi pangan. 

Menurut Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Dirjen PKH) Kementerian Pertanian (Kementan), Agung Suganda, langkah stabilisasi dilakukan dalam rangka menjaga stabilisasi industri perunggasan nasional baik untuk ayam pedaging maupun juga ayam telur.

Baca juga: Harga Sapi Pasar Jonggol Mulai Rp10,5 Juta

Melalui rapat Koordinasi Stabilisasi Perunggasan Nasional di Kantor Kementerian Pertanian, pada Senin (19/05) lalu, Agung menjelaskan harga penjualan ayam hidup di tingkat peternak, yang disepakati oleh pelaku usaha perunggasan minimal Rp19.500/kg untuk bobot hidup 1,8 kg ke atas.  

“Harga penjualan ayam hidup di tingkat peternak (yang disepakati) yaitu di angka minimal Rp19.500 untuk bobot 1,8 kg ke atas. Ini merupakan harga yang bisa diterima oleh seluruh pelaku dan tentu ini akan menjaga keberlanjutan dari produksi ayam ras kita,” terangnya.

Lebih lanjut, Agung menegaskan jika pihaknya akan terus mengawal implementasi kesepakatan tersebut dan mengambil langkah tegas jika ditemukan pelanggaran di lapangan, demi menjaga kepentingan bersama.

Sementara itu, Ketua IV Gabungan Perusahaan Pembibitan Unggas (GPPU), Asrokh Nawawi, menyampaikan bahwa penurunan harga yang terjadi belakangan dipicu oleh kepanikan pasar menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN).

Karena kepanikan pasar tersebutlah, sehingga membuat para peternak cenderung melakukan panen lebih awal secara bersamaan, yang kemudian menekan harga secara signifikan.

"Harga Rp19.500 adalah angka yang realistis dan secara bertahap akan bergerak naik menuju harga acuan. Ini adalah langkah awal yang perlu kita perjuangkan bersama. Saya yakin kita optimis akan lebih baik dan lebih sejahtera dengan harga hari ini yang sudah lebih baik dari kemarin," ujar Asrokh.

Adapun Ketua Umum Perhimpunan Peternak Rakyat Mandiri Indonesia (PERMINDO), Kusnan, menerangkan bahwa walaupun angka Rp19.500 belum mencapai Harga Pokok Produksi (HPP) peternak rakyat, angka ini lebih baik dari kondisi sebelumnya.

"Ini adalah harga dasar awal. Kemarin harga masih di Rp18.000, bahkan ada yang di bawah Rp18.000. Ini adalah kabar baik untuk peternakan rakyat Indonesia. Semoga harga ini terus membaik hingga puncaknya menjelang Idul Adha, dan harapan kami Harga Acuan Rp25.000 bisa tercapai," tukasnya.

 

Related News