Protes Harga Anjlok Peternak Blitar Bagikan Satu Juta Telur
Jagad Tani - Ratusan peternak yang tergabung dalam Peternak Rakyat Blitar Raya melakukan aksi pembagian satu juta telur ayam di halaman Kantor Bupati Blitar, Jawa Timur, pada Senin (01/06) lalu akibat harga telur yang anjlok disertai kenaikan harga pakan.
Menurut Koordinator Peternak Rakyat Blitar Raya, Suyanto saat ini harga telur sangat anjlok yang sudah berlangsung tiga bulan dan membuat para peternak sangat kesulitan.
Baca juga: Pasca Iduladha, Segini Harga Pangan
"Harga telur anjlok. Hari ini di kandang Rp20.600 per kilogram, sementara HPP (harga pokok produksi) di kami itu Rp23 ribu per kilogram. Padahal HAP (Harga acuan pembelian) sebesar Rp24.500 sampai Rp26.500 per kilogram," ungkapnya dikutip dari Antara Selasa (02/06).
Lebih lanjut, Suyanto mengatakan jika penurunan ini juga disertai dengan semakin mahalnya harga pakan. Kenaikan harga pakan terjadi bahkan mencapai harga hingga Rp30 ribu per karung.
"Harga pakan ayam isi 50 kilogram, misalnya yang dahulu Rp370 ribu kini menjadi Rp400 ribu per karung, ada yang juga dahulu Rp400 ribu per karung kini menjadi Rp430 ribu," katanya.
Dilanjutkan bila kondisi itu diperparah dengan harga jagung yang relatif mahal. Saat ini, harga jagung di kisaran Rp6.400 per kilogram hingga Rp6.500 per kilogram, jauh di bawah harga SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan) jagung yakni Rp5.500 per kilogram.
Suyanto menyebutkan bahwa para peternak saat ini hanya bisa bertahan dengan terpaksa menjual barang berharga di rumah untuk membeli pakan. Namun, mereka pun juga tidak tahu kapan hal itu akan kembali normal.
Hal tersebutlah yang membuat para peternak skala kecil dan menengah dari Blitar, Kediri, Tulungagung hingga Malang, sengaja melakukan aksi dengan harapan agar Pemerintah bisa mencari solusi agar harga telur dan pakan kembali normal.
Bukan cuma harga telur ayam yang anjlok dan harga pakan yang mahal, isu masuknya para investor asing untuk melakukan budi daya peternakan ayam di Indonesia juga turut membuat peternak merasa khawatir jika mereka akan semakin tersisih.
Sementara itu, Rijanto selaku Bupati Blitar saat menemui para peternak yang melakukan aksi, mengaku ikut merasakan keresahan para peternak ayam petelur yang terancam gulung tikar.
"Informasi terakhir di kandang harga Rp21 ribu. Tentunya kalau semacam ini mereka akan terancam gulung tikar, apalagi harga bahan dasar pokok pakannya terus naik. Geopolitik ini luar biasa dampaknya, Dollar Amerika terus naik," terangnya.
Rijanto juga menyampaikan keluhan para peternak tersebut akan disampaikan ke pemerintah pusat agar peternak kecil terlindungi, mengingat jumlah produksi telur di Kabupaten Blitar itu cukup besar yaitu mencapai 450 ton per hari.

