• 7 June 2026

Kebun Pembibitan Kelapa-Kakao Sulawesi Tenggara Disidak

uploads/news/2026/06/kebun-pembibitan-kelapa-kakao-sulawesi-79281b4ad23fd95.jpg

Jagad Tani - Kebun pembibitan kelapa dan kakao di Desa Lamomea, Kecamatan Konda, Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, dilakukan inspeksi mendadak (sidak) oleh Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman, pada Sabtu (06/06) lalu.

Dalam kunjungannya, Amran menilai kualitas pembibitan yang dikembangkan sangat baik dan layak menjadi contoh bagi daerah lain di Indonesia.

Baca juga: 1.632 Warga Desa Sukadami Terima Bantuan Pangan

"Ini contoh bibit kelapa yang bagus, ini harus dicontoh seluruh Indonesia," ujar Amran dalam keterangan tertulisnya dikutip Minggu (07/06).

Menurutnya, jutaan bibit kelapa dan kakao yang disiapkan di Sulawesi Tenggara merupakan bagian dari program pengembangan perkebunan nasional. Disebutkan bila pemerintah kini tengah mengembangkan sekitar 870 ribu hektare tanaman perkebunan.

"Kita kembangkan kurang lebih 870 ribu hektare tanaman kakao, kelapa, tebu, pala, dan mete seluruh Indonesia. Kita kembangkan dan itu dihibahkan untuk petani kita. Ini persiapan untuk bahan baku, di saat bersamaan kita lakukan hilirisasi kelapa, kakao, mete, dan seterusnya," jelasnya.

Lebih lanjut, pengembangan perkebunan berbasis bibit unggul dinilai menjadi fondasi untuk memperkuat hilirisasi dan meningkatkan nilai tambah komoditas dalam negeri, sehingga bantuan yang berasal dari uang rakyat tersebut harus benar-benar sampai kepada petani.

Untuk itu, sekitar 280 juta batang bibit kakao dan kelapa secara nasional disiapkan, termasuk sekitar 38 juta benih untuk Sulawesi Tenggara, dan akan diberikan secara gratis kepada petani, mulai dari bibit unggul, pengolahan lahan, hingga penanaman.

"Gratis, sampai penanaman ini gratis. Mulai bibitnya gratis, tanamnya gratis, pengolahannya gratis," tuturnya.

Ditambahkan jika program hilirisasi tersebut diharapkan mampu menciptakan jutaan lapangan kerja dalam beberapa tahun ke depan.

"Kita harapkan menciptakan lapangan kerja ke depan jutaan. Sampai tiga tahun ke depan kita target minimal tiga juta tenaga kerja tercipta dan tenaga kerja permanen. Artinya apa? Kita buka lahan dan tenaga kerjanya terus-menerus sampai 30 tahun bekerja di situ karena tanamannya insya Allah produktif," tukas Amran. 

Melalui program pengembangan tujuh komoditas strategis, yakni kakao, kelapa, tebu, kopi, pala, mete, dan kemiri, alokasi dana sebesar Rp9,5 triliun ini memiliki target pengembangan 870 ribu hektare kebun rakyat pada periode 2025–2027 untuk memperkuat pasokan bahan baku industri dan menciptakan lapangan kerja.

Related News