• 12 June 2026

Dorong Swasembada, 210 Hektare Lahan Indramayu Ditanam Kedelai

uploads/news/2026/06/indramayu-tanam-kedelai-di-91725a4c91db4eb.jpg

Jagad Tani - Penanaman kedelai di lahan seluas 210 hektare dalam rangka mendukung swasembada kedelai 2026 yang berlangsung di lahan Hak Guna Usaha (HGU) PT. PG Rajawali II, Desa Sukamulya, Kecamatan Tukdana, Kabupaten Indramayu, Rabu (10/06) dihadiri oleh Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.

Dedi Mulyadi atau akrab disapa KDM ini berharap penanaman kedelai di lahan seluas 210 hektar ini bisa panen dengan baik. "Mudah-mudahan kedelainya bisa mekar, airnya bisa terpancar, kemudian hasilnya nanti memuaskan semua pihak, produktivitas kedelainya meningkat," ungkapnya dalam keterangan tertulis dikutip Jumat (12/06).

Baca juga: Bantuan Sarana Prasarana Budidaya Perikanan Denpasar

Selain itu para petani juga diimbau untuk mulai meninggalkan kebiasaan yang salah, seperti memanen sebelum tenaman siap dipanen, serta menanam dalam satu tahun tanpa jeda, dan mengusulkan petani untuk melakukan tumpang sari demi menjaga tingkat kesuburan tanah.

"Penanaman padi saat ini tidak pernah berhenti, karena hujannya banyak, bisa tanam setahun tiga kali bahkan empat kali, tidak ada jeda. Dampaknya tingkat kesuburan tanahnya menurun, PH-nya dibawah 4. Setahun sekali nanam kedelai dan tanam kacang (suuk bahasa Sunda) itu harus dilakukan untuk menjaga kesuburan tanah karena tanpa itu tanah sangat berat," jelasnya.

Sementara itu, Hashim Sujono Djojohadikusumo selaku Utusan Khusus Presiden Bidang Iklim dan Energi, menyatakan bahwa Indonesia merupakan salah satu negara pengimpor kedelai dari Brazil, Argentina, Amerika. Dan memilai impor itu harus dibayar dengan Dolar.

"Dengan menargetkan swasembada, maka Indonesia tidak akan lagi bergantung pada impor kedelai. Kondisi tersebut memungkinkan masyarakat Indonesia dapat menikmati tahu dan tempe dengan harga lebih murah" terangnya.

Sebelumnya, Presiden Prabowo sudah menargetkan penanaman kedelai di Indonesia bisa mencapai satu juta hektare agar swasembada tercapai pada dua hingga tiga tahun kedepan. Untuk mewujudkan target tersebut, bibit unggul akan dibagikan kepada seluruh petani Indonesia.

Related News