• 20 June 2026

Puluhan Ekor Ikan Hiu Hasil Penangkaran Dilepasliarkan

uploads/news/2026/06/puluhan-ekor-ikan-hiu-66220776135e077.jpg

Jagad Tani - Sebanyak 25 ekor Hiu Bambu (Chiloscyllium punctatum) hasil captive breeding dan 5 ekor Hiu Karang Sirip Hitam (Carcharhinus melanopterus) dilepasliarkan ke habitat alaminya di Kawasan Konservasi Perairan Kepulauan Seribu Selatan, belum lama ini.

Tentunya upaya ini menjadi bentuk perlindungan dan pemulihan populasi spesies ikan serta biota perairan, demi mnejaga menjaga keberlanjutan keanekaragaman hayati laut Indonesia serta mempekuat ekonomi biru.

Baca juga: Indonesia dan Sejumlah Negara Catatkan Peningkatan Produksi Beras

Sarmintohadi, selaku Direktur Konservasi Spesies dan Genetik Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), mengatakan pengembangbiakan dan pelepasliaran merupakan bagian penting untuk mendukung pemulihan populasi serta menjaga keseimbangan ekosistem laut.

“Konservasi tidak hanya dilakukan melalui perlindungan habitat di alam, tetapi juga melalui upaya rehabilitasi, pengembangbiakan, penelitian, dan edukasi yang mampu mendukung pemulihan populasi spesies,” ujarnya dalam siaran pers Kamis (18/06).

Selain itu, hal ini menjadi bentuk upaya edukasi sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga keanekaragaman hayati perairan, melindungi spesies laut, serta mengelola biota perairan secara bertanggung jawab.

Bahkan berbagai program konservasi juga dijalankan secara terintegrasi, mulai dari pengembangbiakan (captive breeding), rehabilitasi, konservasi ex-situ, hingga pelepasliaran ke habitat alaminya. 

Pengembangan konservasi ex-situ juga dinilai Sarmintohadi jadi sarana penelitian, edukasi, dan penyelamatan spesies. Lewat kolaborasi dengan BXSea Oceanarium, pengembangan konservasi ex-situ, rehabilitasi biota perairan, restocking jenis ikan, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, pendataan spesies, serta edukasi publik mengenai konservasi laut dilakukan.

Bahkan kolaborasi juga diterapkan melalui pengenalan Pot-bellied Seahorse yang berasal dari hibah YO-GYO Aquarium Jepang kepada BXSea sebagai pemegang Surat Izin Pemanfaatan Jenis Ikan (SIPJI) Aquaria.

"Kolaborasi ini diharapkan bisa memperkuat peran BXSea sebagai sarana edukasi konservasi yang mendekatkan masyarakat dengan berbagai spesies perairan, dan menumbuhkan kepedulian terhadap pelestarian biota akuatik Indonesia," jelas Tina Santosa Hadisumarto, Direktur PT Jaya Real Property Tbk.

Melalui perlindungan spesies ikan dan biota perairan, maka ini menempatkan kesehatan ekosistem laut sebagai fondasi pembangunan kelautan dan perikanan berkelanjutan, sehingga keberadaan spesies dan sumber daya perairan dapat terus terjaga.

Related News