• 22 June 2026

Tradisi Kelekak Durian, Bagikan 2000 Durian Gratis

uploads/news/2026/06/tradisi-kelekak-durian-bagikan-64793c990542d77.jpg

Jagad Tani - Ada tradisi unik yang digelar oleh Warga Bukit Trenggiling dan Bukit Ingge, Desa Mesu, Kecamatan Pangkalanbaru, Kabupaten Bangka Tengah pada Sabtu (20/06) lalu, di mana ratusan warga berkumpul untuk menghadiri acara Sedekah Kelekak Durian.

Tradisi ini merupakan sebuah tradisi syukuran atas melimpahnya hasil bumi dan panen durian lokal di wilayah Bangka Tengah, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel).

Baca juga: Indonesia dan Sejumlah Negara Catatkan Peningkatan Produksi Beras

Dalam sambutannya, Bupati Bangka Tengah, Algafry Rahman mengatakan jika inisiatif warga yang digelar, merupakan bentuk rasa syukur atas panen buah-buahan lokal seperti durian serta rambutan, dan menjelaskan makna tradisi kelekak merupakan warisan turun-temurun.

"Guru-guru kita dulu mengatakan bahwa kelekak berarti 'Kelak untuk Ikak'. Tanaman tahunan seperti durian dan manggis ini ditanam oleh orang tua terdahulu yang mungkin kini telah tiada, tetapi manfaatnya masih dirasakan oleh anak cucu hingga saat ini," ujar Algafry dikutip dari keterangan tertulisnya.

Lebih lanjut, dalam rangkaian acara ini warga membagikan durian secara gratis sebagai wujud kebahagiaan dan rasa syukur, sehingga menambahkan bahwa esensi utama dari kegiatan ini adalah pengakuan atas berkah yang diberikan oleh Sang Pencipta.

"Meskipun tidak semua orang hadir, setidaknya ada pengakuan dalam hati bahwa apa pun yang dihasilkan saat ini merupakan karunia dari Allah Subhanahu Wa Ta'ala," jelasnya.

Sementara itu, Fajri selaku Kepala Desa Air Mesu, menjelaskan jika acara Sedekah Kelekak kali ini menyajikan sekitar 2.000 butir buah durian hasil panen hari itu dari wilayah Bukit Trenggiling dan Bukit Ingge. 

"Ini dibagikan ke masyarakat yang datang berkunjung ke Bukit Trenggiling dan Bukit Ingge. Ini hadiah, mereka makan sepuas-puasnya, asal jangan dibawa pulang," terang Fajri.

Desa Mesu sendiri dikenal sebagai salah satu sentra durian, bahkan tercatat ada sekitar 325.000 batang durian alam dengan 380-an varietas lokal yang berbeda ada di desa ini. Selain itu, pemerintah desa dan masyarakat juga telah mengembangkan sekitar 60.000 batang durian varietas unggul seperti Ochee (Duri Hitam), Musang King, dan Super Tembaga.

"Ke depan, kami berkomitmen untuk mengembangkan potensi ini menjadi sektor pariwisata, dengan memanfaatkan Dana Desa serta sumber keuangan lainnya, program wisata durian akan digarap secara berkesinambungan," tukasnya.

Beberapa infrastruktur dan kawasan yang mulai dimunculkan antara lain pembangunan Tugu Durian serta pengembangan kawasan desa wisata berbasis durian di Bukit Pelayam, Bunaya, dan Bukit Trenggiling.

"Kami berharap sinergi dan dukungan penuh terus mengalir dari pemerintah kabupaten maupun provinsi agar Sedekah Kelekak Durian ini dapat menjadi agenda rutin tahunan yang mendatangkan wisatawan," tandasnya.

 

Related News