• 4 July 2026

PHK Massal, Coba Peluang Usaha Perikanan-Peternakan Ini

uploads/news/2026/07/phk-massal-ini-peluang-9002355d93944b6.jpeg

Jagad Tani - Gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) yang terjadi di berbagai sektor akhir-akhir ini, tentu akan membuat banyak orang mulai mempertimbangkan sumber penghasilan baru.

Melalui platform komunitas teknologi Indonesia, Ecommurz, disebutkan jika ByteDance, perusahaan induk Tiktok yang mengakuisisi 75% saham Tokopedia dari Grup GoTo pada Desember 2024, telah memangkas sekitar 90% karyawan Tokopedia.

Selain itu, Said Iqbal selaku Presideng Konfedrasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) saat konferensi pers KSPI dan Partai Buruh, Minggu (21/06) lalu, menyatakan bahwa potensi PHK massal ini dikarenakan oleh beberapa faktor seperti lemahnya permintaan ekspor, melonjaknya biaya bahan baku impor, menguatnya dolar terhadap rupiah, hingga dampak perang Iran vs Amerika-Israel. 

Adapun sektor yang terdampak, menurut Said, perusahaan yang berorientasi pada sekto ekspor, seperti sepatu dan garmen, serta perusahaan yang bergantung pada bahan baku impor.

Misalnya PT. Pakerin di Mojokerto, Jawa Timur yang menjadi tempat pengolahan bubur kayu untuk produksi kertas, berpotensi sebanyak 2.500 pekerja akan di-PHK. Lalu ada PT. Feng Tay di Bandung, Jawa Barat, dari total sekitar 14.000-17.000 orang pekerja, sekitar 4.000 pekerja disebut sudah dirumahkan, meski belum resmi di PHK.

Sementara itu, Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Andi Gani Nena Wa, menjelaskan bahwa berdasarkan data dari asosiasinya, bakal ada sekitar 55.000 pekerja pabrik yang terancam akan di PHK.

Melihat kondisi tersebut, tentunya sektor perikanan dan peternakan barangkali bisa menjadi peluang usaha yang bisa dibidik, mengingat kebutuhan pangan akan terus ada. Meskipun untuk memulai usaha di bidang ini butuh persiapan, mulai dari modal, pengetahuan teknis, hingga target pasar. Namun, bisa dicoba dari skala rumahan terlebih dahulu.

Berikut beberapa peluang usaha yang barangkali bisa menjadi pilihan:

Budidaya Lele
Lele masih menjadi salah satu jenis ikan konsumsi yang mempunyai peminat, baik untuk peribadi maupun warung makan, mulai dari rumah makan (warung pecel lele, dan warteg), hingga pedagang pasar tradisional.

Budidaya lele juga cukup fleksibel karena dapat dilakukan menggunakan kolam terpal maupun kolam beton. Masa panennya relatif singkat, yakni sekitar tiga bulan.

Budidaya Nila
Selain menjadi pembudidaya lele, peluang budidaya ikan nila juga cukup besar di pasaran. Konsumennya bisa berasal dari rumah tangga, restoran, hingga usaha katering. Kamu bisa memulai menjualnya ke tetangga sekitar ataupun secara online.

Keunggulan nila ini pertumbuhannya cukup baik dengan tingkat kelangsungan hidup yang tinggi apabila dikelola dengan benar. Hal ini membuat usaha budidaya nila menjadi salah satu pilihan bagi pemula.

Bisnis Ikan Hias
Tren memelihara ikan hias dari saat Covid-19 hingga saat ini masih cukup ramai, jenis-jenis ikan hias seperti seperti ikan cupang, guppy, hingga koi, bahkan memiliki komunitas penggemar yang cukup besar.

Untuk harga jual ikan hias jenis tertentu, bahkan bisa jauh lebih tinggi dibandingkan dengan harga ikan konsumsi. Selain itu, buat pemasarannya bukan cuma pembeli lokal, tetapi juga bisa dilakukan melalui marketplace maupun media sosial.

Pembenih Ikan
Nah peluang berikut ini bisa dicoba, karena tidak semua pembudidaya perikanan itu fokus pada pembesaran ikan. Pembenih ikan ini justru memiliki peluang pasarnya sendiri, dan tentunya akan selalu dibutuhkan oleh para pembudidaya.

Ayam Kampung
Ayam kampung ini bisa dibilang banyak disukai oleh masyarakat, dan bisa dipasarkan ke para pelaku usaha kuliner. Selain itu, ayam kampung biasanya memiliki harga jual yang sedikit lebih tinggi dari ayam broiler. Jadi bisa dicoba ternak beberapa ekor dulu sebelum memutuskan ternak skala besar.

Ternak Ayam Petelur
Bagi yang ingin menghasilkan telur ayam secara rutin, ayam petelur ini bisa menjadi pilihan. Selama masa produksi, telur bisa diambil setiap hari sehingga bisa dijual untuk pemasukan tambahan. Tantangannya tentu perlu menjaga kualitas pakan, dan kesehatan ayam.

Ternak Kambing
Beternak kambing ini bisa dibilang sebagai investasi jangka panjang, karena selalu dibutuhkan saat Iduladha, selain itu juga bisa untuk kebutuhan konsumsi harian, akikah, hingga berbagai acara. Harga jualnya bahkan akan melonjak saat Idul Fitri dan Iduladha. 

Budidaya Puyuh
Burung Puyuh menjadi salah satu hewan ternak pilihan, sebab dalam rentang waktu sekitar enam hingga tujuh minggu, puyuh sudah mulai bertelur dan pelaku usahanya pun tidak sebanyak peternak ikan dan ayam, sehingga masih memiliki peluang pasar.

Jual Produk Olahan
Bukan cuma menjual produk perikanan ataupun peternakan dalam bentuk utuh saja. Produk olahan juga memiliki potensi dan peluang, misalnya Lele yang diolah menjadi abon atau nugget, ataupun mengolah telur bebek menjadi telur asin. Produk ini pun bisa sedikit tahan lama dan bisa mengurangi risiko kerugian saat harga komoditas ternak sedang turun.

Jual Pakan, Bibit, dan Perlengkapan Budidaya
Selain jadi pembudidaya, peluang usaha pendukung juga tidak kalah menarik. Menjual pakan, benih ikan, bibit ternak, vitamin, hingga peralatan budidaya bisa menjadi sumber pendapatan yang stabil karena dibutuhkan sepanjang siklus produksi para peternak.

Jangan Hanya Fokus Produksi
Salah satu kesalahan yang sering dilakukan pelaku usaha pemula yakni baru mencari pembeli (atau melakukan pemasaran) ketika memasuki masa panen. Padahal, pemasaran ini sebaiknya dipersiapkan sejak awal atau sewaktu baru memulai usaha.

Caranya bisa dengan memanfaatkan media sosial, marketplace, komunitas petani atau peternak, hingga bekerja sama dengan pelaku usaha rumah makan, pedagang pasar, atau pengepul, sehingga hasil panen tersebut sudah tahu bakal dilemparkan ke mana.

Meski situasi dan kondisi ekonomi sedang tidak menentu, seperti saat ini, di tengah potensi gelombang PHK Massal, tentu peluang usaha bidang perikanan dan peternakan masih tetap terbuka. Mulailah dari skala kecil, kuasai teknik budidaya, dan bangun jaringan pemasaran secara bertahap, supaya langkah usah jauh lebih realistis jika dibandingkan langsung berinvestasi besar tanpa perencanaan yang matang.

 

Related News