• 11 July 2026

Segini Harga Acuan Ayam dan Telur Terbaru

uploads/news/2026/07/segini-harga-acuan-ayam-66807b2b7e8f5ef.jpg

Jagad Tani - Setelah beberapa waktu belakangan harga telur dan daging ayam mengalami penurunan, pada akhirnya pihak Kementerian Pertanian (Kementan) menetapkan harga di tingkat peternak.

Sudayono, selaku Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) menjelaskan bahwa harga yang disepakati untuk harga ayam hidup Rp19.500 per kg, sedangkan harga telur ayam yakni sebesar Rp24.000 per kg di tingkat peternak mulai 15 Juli 2026.

Baca juga: Harga Jatuh, Peternak Solo Raya Gelar Aksi

"Mulai tanggal 15 Juli ini nanti harga live bird (ayam pedaging hidup) di semua peternak dengan size apa pun, itu di harga Rp19.500 per kg minimal, dan juga Rp 24.000 per kg untuk telur," ujar Sudaryono saat konferensi pers, dikutip Sabtu (11/7).

Penetapan harga ini bertujuan untuk menjaga keseimbangan harga ayam dan telur, sehingga para peternak bisa memperoleh keuntungan yang layak, namun, masyarakat juga masih bisa mendapatkan sumber pangan tersebut dengan harga yang terjangkau.

"Peternaknya harus untung, tetapi konsumennya juga tidak boleh dirugikan. Karena itu harga ayam maupun telur tidak boleh terlalu mahal, tetapi juga tidak boleh terlalu murah. Negara hadir untuk menjaga keseimbangan tersebut," sambungnya.

Perlu diketahui, sejumlah peternak di berbagai daerah dalam kurun waktu dua bulan terakhir melakukan berbagai aksi, akibat anjloknya harga telur dan daging ayam tingkat peternak, sementara harga pakan justru tengah mengalami lonjakan harga.

Sebelumnya Parjuni selaku Perwakilan Gabungan Peternak Rakyat Solo Raya yang meliputi kabupaten Boyolali, Klaten, Karanganyar, dan Sukoharjo, beberapa waktu lalu juga menyatakan jika harga ayam hidup di tempatnya mencapai Rp13.000/kg, sedangkan harga telur ayam di harga Rp17.000-18.000/kg.

Dikarenakan jatuhnya harga dan tidak bisa menutupi harga pokok produksi (HPP), para peternak di Blitar Raya bahkan membagikan 1 juta telur ayam di pelataran Kantor Bupati Blitar sebagai bentuk protes, sementara di Solo Raya juga sempat diwarnai aksi peternak mandi telur.

"Kalau (harga jual) lebih rendah dari HPP seperti sekarang, (tentunya) peternak kita tidak bisa berkelanjutan dan produksi kita juga terancam. Nah ini yang kita harus kita jaga," pungkas Sudaryono.

Related News