Populasi Ikan Endemik Kalbar Berkurang, Harus Diprogramkan
Jagad Tani - Populasi ikan endemik di Danau Sentarum dan Sungai Kapuas di Kalimantan Barat, yang terus mengalami penurunan akibat eksploitasi yang tinggi serta menurunnya kualitas air, mulai menjadi sorotan oleh sejumlah pihak.
"Ikan-ikan endemik ini, seperti belida yang sudah hampir punah, kemudian juga ikan sepat, ikan baung, dan ikan-ikan lainnya semakin berkurang. Jadi, ini perlu perhatian," ungkap Adrianus Asia Sidot selalu anggota Komisi IV DPR RI dalam siaran persnya dikutip Minggu (12/7).
Baca juga: Ini Dua Jenis Arwana yang Dilindungi CITES
Menurutnya pihak Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) perlu didorong, untuk memperkuat program restocking ikan endemik di Kalimantan sebagai bagian dari upaya menjaga kelestarian sumber daya perikanan sekaligus mendukung ketahanan pangan.
Lebih lanjut, Adrianus mengatakan, ikan-ikan lokal tersebut telah lama menjadi sumber protein bagi masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan, bahkan meningkatnya permintaan pasar terhadap ikan endemik tersebut, tidak sebanding dengan ketersediaannya di habitat alami.
Sehingga ia menilai, perlu adanya pengembangan pusat-pusat pembibitan ikan lokal yang dinilai dapat mendukung program restocking di sungai maupun danau. Langkah tersebut penting untuk menjaga keberlangsungan populasi ikan endemik di Kalimantan.
"Saya mengharapkan ada perhatian khusus dari Kementerian untuk pengembangan ikan-ikan lokal ini dengan bantuan teknologi, terutama, dan sumber daya manusia yang memiliki kompetensi dalam hal pembibitan atau pengembangan ikan-ikan lokal ini," tegasnya.
Meski demikian, Adrianus menilai pengembangan ikan endemik memang masih menghadapi sejumlah kendala, seperti belum tersedianya pusat penelitian, keterbatasan teknologi pembibitan, minimnya sumber daya manusia (SDM) kompeten, serta perlunya dukungan pendanaan dari pemerintah daerah.
Dengan adanya penguatan restocking, dukungan teknologi, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia, Adrianus berharap, kelestarian ikan endemik Kalimantan dapat terjaga, sehingga bisa menjadi sumber pangan dan sember penghidupan bagi masyarakat setempat.

