• 15 July 2026

Menjajal Peluang Pemasaran Bagi Pelaku Usaha Tauge

uploads/news/2026/07/menjajal-peluang-pemasaran-dari-2382346ca49f03d.jpeg

Jagad Tani - Tauge merupakan komoditas pangan dari kecambah yang baru tumbuh dari kacang hijau ataupun kacang kedelai, dan terkenal dengan kandungan nutrisinya, serta mempunyai harga terjangkau di pasaran, sehingga memiliki banyak peluang.

Tentunya dengan berbagai keunggulan yang dimilikinya, tauge ini tentu bisa menjadi pilihan dalam menjalankan usaha, karena sudah menjadi produk yang dikenal dan dicari oleh masyarakat, untuk berbagai kebutuhan.

Baca juga: Moedjair: Pengubah Habitat Ikan Afrika, dari Blitar

"Tauge itu memang sayuran yang harganya masih sangat terjangkau di pasaran. Teman-teman bisa beli Rp10.000 per kilogram (kg) dan gizinya juga (cukup) bagus (bagi tubuh)," ungkap Gunawan Wibisono selaku owner dari Sufarm, yang merupakan produsen tauge di Bogor.

Selain itu, Gunawan menilai ada keunggulan lain yang dimiliki saat menjadi produsen tauge jika dibandingkan dengan menjadi produsen sayuran lain, yakni rentang masa panennya yang cukup singkat, sehingga perputaran modal usahanya bisa lebih cepat.

"(Masa panennya) tauge ini punya waktu panen yang cukup singkat. (Dalam rentang waktu) empat hari (saja) kita sudah bisa panen. Sedangkan (kalau menanam) sayuran yang lain, kita butuh (waktu) berbulan-bulan kan, baru bisa panen," sambungnya.

Bukan cuma masa panennya yang singkat, kandungan gizi yang dimiliki tauge juga terbilang tinggi, karena mengandung banyak nutrisi penting, seperti karbohidrat, protein, serat, vitamin B, vitamin C, vitamin K, folat, zat besi, kalium, hingga fosfor.

Manfaatnya bagi tubuh jika dikonsumsi pun tidak main-main, mulai dari potensi peningkatan kesuburan pria, kandungan antioksidan, seperti beta karoten, polifenol, dan asam fenolat di dalamnya, juga bermanfaat bagi kesehatan.

"Dengan nilai gizi yang baik, harganya juga terjangkau dan produksinya yang cepat. (Bisnis tauge) itu bisa jadi pilihan buat masyarakat ya, (dan menjadi sebuah peluang)," sambungnya.

Adapun target market yang bisa disasar juga cukup beragam, mulai dari pasar tradisional, pelaku usaha FnB, e-Commerce, e-Groceries, pasar modern, minimarket hingga supermarket.

"(Selain pasar tradisional, target market yang bisa disasar dari usaha kami) contohnya kalau yang premium. Kalau teman-teman yang tinggal di daerah Jakarta mungkin bisa dicari di Grand Lucky, Ranch Market, Farmers Market, Superindo, Hypermart juga ada," ucapnya.

Bahkan Gunawan menambahkan, tempat-tempat seperti Alfa Midi, Pasar Modern yang ada di Jambu Dua, dan Bintaro, bisa dijadikan target market bagi pelaku usaha tauge, dan hal tersebut telah ia lakukan.

"Jadi kita memang ingin konsumen lebih dekat. Kalau mau cari tauge, ke supermarket ada, mau ke pasar juga ada. Bahkan kalau teman-teman mau beli online pun bisa. Sekarang kan ada aplikasi online di e-Groceries, kemudian juga ada Astro," terangnya.

Tentunya untuk menjadi seorang pelaku usaha, harus jeli dalam melihat peluang, dan hal inilah yang dilakukan oleh Gunawan sampai bisnisnya bisa berkembang. Bahkan saat ini dalam sehari di farm miliknya sudah bisa memproduksi tauge hingga 7 ton tauge untuk memenuhi permintaan pasar yang ada di Jabodetabek.

"Mungkin (karena) saya lahir di era digital. Zamannya juga sudah digital, beberapa kali saya (mencoba peluang dengan cara) mengecek di online ataupun supermarket, (lalu berfikir) kok bisa ya orang lain menjual produk pertanian di sana. Saya penasaran, akhirnya saya coba, ternyata kita bisa naik level dari yang (awalnya hanya bermain) di pasar basah kita bisa sampai ke supermarket," tukasnya.

Related News