• 21 July 2026

Antisipasi Kemarau Panjang, Batang Siagakan Pasokan Air

uploads/news/2026/07/antisipasi-kemarau-panjang-batang-32877ef4c9a65e9.jpeg

Jagad Tani - Demi menghadapi adanya potensi kekeringan akibat musim kemarau panjang yang dipengaruhi El Nino, puluhan unit pompa air di 50 desa di Kabupaten Batang disiapkan guna menjaga ketersediaan air bagi lahan pertanian.

Menurut Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas Pangan dan Pertanian (Dispaperta) Batang, Rini Diana Anggriani, langkah itu dilakukan sebagai bagian dari mitigasi, agar produktivitas di sektor pertanian tetap terjaga. Utamanya menjelang Musim Tanam (MT) ketiga dan kemungkinan memasuki MT keempat.

Baca juga: Ampas Kopi Gayo Berpotensi Jadi Kemasan Pangan

Meski demikian, Rini melanjutkan bahwa hingga bulan Juni 2026, kondisi pertanaman padi masih relatif aman. Luas tanam padi tercatat mencapai 4.390 hektare dan belum terdapat laporan kekeringan dari Petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT).

“Tahun ini cukup banyak penanganan irigasi yang dilakukan. Harapannya dapat menjadi langkah menghadapi dampak El Nino maupun musim kemarau panjang, dan saat ini sudah banyak wilayah yang tertangani melalui program tersebut,” ucapnya dalam keterangan resmi, dikutip Senin (20/7).

Lebih lanjut, para petani diimbau agar tidak memaksakan masa tanam bila ketersediaan air irigasi belum mencukupi. Selain itu, petani diminta aktif berkoordinasi dengan para penyuluh jika mulai mengalami kendala pasokan air, sehingga penanganan bisa lebih cepat.

Sementara itu, Syam Manohara selaku Sekretaris Dispaperta Batang, mengatakan bahwa pihaknya sudah menindaklanjuti peringatan dini dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) terkait potensi musim kemarau yang lebih panjang.

“Kami sudah mempersiapkan berbagai langkah menghadapi musim tanam ketiga bahkan kemungkinan musim tanam keempat, terutama untuk mengantisipasi potensi kekeringan di sejumlah wilayah,” sambungnya.

Diterangkan oleh Syam, bahwa strategi yang disiapkan salah satunya melalui pemanfaatan pompa air yang telah ditempatkan di 50 desa rawan kekeringan, untuk mendukung pengairan sawah pada musim tanam sebagai bentuk kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau.

“Selain pompa yang berada di desa-desa. Kami juga memiliki pompa cadangan di gudang yang siap didistribusikan sewaktu-waktu apabila ada wilayah yang mengalami kekurangan air,” terangnya.

Setidaknya tercatat, ada sebanyak tujuh kecamatan yang berpotensi akan terdampak kekeringan, yakni Kecamatan Pecalungan, Reban, Tersono, Bawang, Wonotunggal, Bandar, dan Blado.

Wilayah di atas, merupakan kawasan yang didominasi oleh area perbukitan dan lahan tadah hujan yang lebih rentan mengalami penurunan ketersediaan air saat musim kemarau. Selain penyediaan sarana pengairan, juga dilakukan penyaluran bantuan benih dari (Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). 

“Pada musim kemarau seperti sekarang, pendistribusian benih akan menyesuaikan kondisi lapangan. Jika lahan masih kering, penyaluran dilakukan setelah turun hujan atau setelah kebutuhan air dapat dipenuhi melalui pompa pengairan,” tuturnya.

Bantuan benih ini, disebutkan tidak akan didistribusikan ke lahan yang belum memiliki kecukupan air, agar benih tidak mengalami gagal tanam. Meski demikian, kondisi pertanian di Batang hingga saat ini dinilai masih dalam kategori aman dan terus dipantau secara intensif.

“Melalui kesiapsiagaan sarana pengairan, koordinasi dengan penyuluh pertanian, serta penguatan infrastruktur irigasi, diharapkan sektor pertanian di Kabupaten Batang tetap mampu menjaga produktivitas meskipun menghadapi ancaman musim kemarau panjang,” tukasnya.

Related News