• 21 July 2026

Spesies Ikan Gobi Udang Ditemukan di Banyuwangi

uploads/news/2026/07/spesies-ikan-gobi-udang-719621877ee8203.jpg

Jagad Tani - Temuan spesies baru di perairan Banyuwangi, Jawa Timur, yakni ikan gobi udang (shrimpgoby), dan diberi nama Tomiyamichthys oriens sp. nov., oleh Tim peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), memperkaya keberagaman faunadi Indonesia. 

Penemuan yang dilakukan oleh tim BRIN, beranggotakan Kunto Wibowo, Hilda M. Pratiwi, Anik B. Dharmayanthi, Agus Priyadi, dan Ruby V. Kusumah, bekerja sama dengan Djohan Tjiptadi dan Wiwi Tarmini dari CV Cahaya Baruini, dipublikasikan di jurnal internasional ZooKeys Volume 1283 Tahun 2026, berjudul “Tomiyamichthys oriens, a new species of shrimpgoby (Teleostei, Gobiidae) from the coast of Banyuwangi, East Java, Indonesia”.

Baca juga: Tips Mengendalikan Ulat Grayak Pada Tanaman Pertanian

Awal Mula Penemuan
Mulanya riset dilakukan pada dua individu ikan gobi udang dari genus Tomiyamichthys yang dikoleksi dari perairan Banyuwangi, sampel tersebut lalu dianalisis dengan menggunakan pendekatan morfologi dan penanda DNA mitokondria cytochrome c oxidase subunit I (COI). Hasilnya, menunjukkan bila ikan memiliki kemiripan dengan Tomiyamichthys hyacinthinus asal Jepang.

Melansir dari laman BRIN, dijelaskan bahwa setelah dilakukannya analisis yang lebih mendalam, maka ditemukanlah sejumlah perbedaan, yang menegaskan jika keduanya merupakan spesies ikan yang berbeda. Perbedaannya yakni meliputi jumlah jari-jari sirip, jumlah sisik, jumlah jari-jari insang, pola warna tubuh, hingga karakter genetik pada tingkat molekuler.

Menurut Kunto Wibowo, selaku Peneliti Pusat Riset Biosistematika dan Evolusi BRIN, penetapan spesies baru ini dilakukan melalui pendekatan taksonomi integratif, dan tidak hanya berdasarkan satu metode saja.

"Kami mengombinasikan karakter morfologi dengan analisis DNA untuk memperoleh bukti yang lebih komprehensif. Hasilnya menunjukkan T. oriens memiliki karakter yang konsisten dan berbeda dari spesies terdekatnya sehingga layak ditetapkan sebagai spesies baru," ungkap Kunto.

Berdasarkan hasil analisis DNA mitokondria, hasilnya menunjukkan bahwa ada perbedaan genetik sebesar 3,1% antara T. oriens dengan T. hyacinthinus. Serta memiliki ciri khas berupa lima bercak jingga terang besar di sepanjang tubuh, bercak kuning kecil di bagian kepala, serta dua filamen memanjang pada sirip punggung pertama ikan jantan, yang jadi pembeda dengan spesies lain pada genus yang sama.

Asal Usul Penamaan Oriens
Lebih lanjut Kunto menjelaskan bila, nama oriens berasal dari istilah dalam bahasa Latin yang berarti "timur" atau "matahari terbit". Hal ini dilakukan, karena terinspirasi oleh warna jingga cerah yang ada pada tubuh ikan, sekaligus mengacu pada julukan Banyuwangi yang dikenal luas dengan sebutan The Sunrise of Java.

"Penamaan spesies ini juga menjadi bentuk pengakuan terhadap lokasi penemuannya. Kami berharap temuan ini dapat menjadi pemicu penelitian lanjutan untuk mengungkap kekayaan biodiversitas laut Indonesia yang masih sangat besar," terangnya.

Tomiyamichthys oriens hingga saat ini baru diketahui hidup di kawasan pesisir Banyuwangi dengan habitat dasar berpasir. Ikan tersebut ditemukan di perairan dangkal. Namun, hubungan ekologisnya dengan udang yang umumnya menjadi pasangan hidup kelompok ikan gobi udang, masih membutuhkan penelitian lebih mendalam.

Dengan adanya penemuan ini, tentunya akan menambah daftar spesies ikan yang berhasil dideskripsikan di perairan Indonesia, sekaligus menunjukkan bahwa kawasan pesisir Nusantara masih menyimpan potensi keberagaman yang sangat besar dan belum seluruhnya terdokumentasi.

Related News