• 22 July 2026

Kelompok Wanita Tani Tangerang Luncurkan Inovasi

uploads/news/2026/07/kelompok-wanita-tani-tangerang-2360030acc9477f.jpg

Jagad Tani - Kelompok Wanita Tani (KWT) Deskorda, Kelurahan Kroncong, Kecamatan Jatiuwung, resmi luncurkan Eco-Hydroponics Smart, dan menjadi inovasi pertanian perkotaan yang lahir di Kota Tangerang

Eco-Hydroponics Smart merupakan sebuah sistem pertanian hidroponik berbasis teknologi ramah lingkungan yang mengintegrasikan energi surya, otomatisasi irigasi, dan budi daya organik.

Baca juga: Masuki Puncak Kemarau, Petani Diimbau Tetap Tenang

Menurut Kepala Pusat Pendidikan Pertanian Kementerian Pertanian (Kementan) Muhammad Amin, inovasi yang dikembangkan KWT Deskorda menjadi contoh pertanian modern yang tumbuh di kawasan perkotaan dengan keterbatasan lahan.

Konsep pertanian hidroponik ini menjadi solusi bagi daerah perkotaan seperti Kota Tangerang yang dikenal sebagai kawasan permukiman dan industri, karena urban farming berbasis hidroponik mampu menghasilkan produk pertanian tanpa bergantung pada lahan yang luas.

"Saya juga mengapresiasi penerapan energi terbarukan melalui pemanfaatan solar cell, penggunaan pestisida nabati berbahan daun pepaya, hingga keterlibatan petani milenial yang dinilai mampu menghadirkan inovasi berkelanjutan di sektor pertanian,” jelas Amin dalam keterangan tertulisnya dikutip Rabu (22/7). 

Sementara itu, Vice President Pemberdayaan Masyarakat Pertamina Foundation, Probo Prasiddhahayu menjelaskan, Eco-Hydroponics Smart merupakan salah satu inovasi terbaik yang terpilih melalui kompetisi PFmuda 2026 yang diikuti lebih dari 3.000 proposal dari seluruh Indonesia.

"Kami tidak hanya memberikan bantuan, tetapi mendukung program yang memiliki nilai keberlanjutan. Eco-Hydroponics Smart menjadi contoh bagaimana inovasi anak muda mampu menjawab tantangan wilayah perkotaan melalui pertanian modern yang ramah lingkungan," terangnya.

Sedangkan menurut, Muhdorun selaku Kepala Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kota Tangerang, kehadiran Eco-Hydroponics Smart menjadi bukti keterbatasan lahan bukan hambatan untuk menghasilkan pangan.

"Dengan dukungan teknologi, kapasitas produksi KWT Deskorda kini meningkat dari sekitar 1.000 menjadi 3.500 lubang tanam. Harapannya, inovasi ini dapat menjadi model bagi KWT lain di Kota Tangerang," tukasnya. 

Related News