KPM Bantuan Pangan Ditargetkan Capai 33,24 Juta KK
Jagad Tani - Program bantuan pang menjadi salah satu sistem perlindungan sosial yang menyasar masyarakat secara luas, melalui kucuran Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
"Bantuan pangan, 10 kilogram beras, 2 liter minyak goreng untuk 3 bulan, (kepada) 33,24 juta keluarga di desil 1, 2, 3, 4. Tunjukkan negara mana seperti kita? pasti ada yang lebih hebat, pasti. Tapi untuk bangsa Indonesia, not bad," ungkap Presiden Prabowo Subianto dikutip Rabu (27/7).
Baca juga: Masuki Puncak Kemarau, Petani Diimbau Tetap Tenang
Lebih lanjut, dijelaskan bahwa program bantuan pangan tahap pertama di 2026 berupa beras 10 kilogram (kg) dan minyak goreng 2 liter untuk Keluarga Penerima Manfaat (KPM) diestimasikan setara dengan Rp179.278 per bulan, dan ditargetkan mencapai 33,24 juta KPM dengan alokasi 3 bulan.
"Tugas kita, apa yang sudah dicapai, (harus) kita lestarikan, kita bangun, kita perbaiki. Jadi ini saya tegaskan, ternyata kita punya sistem perlindungan sosial, negara kesejahteraan, welfare state, salah satu terkuat di dunia," sambungnya.
Pelaksanaan program bantuan pangan beras dan minyak goreng tahap pertama dialokasikan bulan Februari dan Maret sudah dituntaskan pada akhir Juni. Secara kuantitas, total beras yang tersalurkan sebanyak 664,88 ribu ton dan minyak goreng sebanyak 132,97 ribu kiloliter.
Melalui Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan inflasi beras pada Juni 2026 secara tahunan (year-on-year/yoy) sebesar 3,98%. Angka ini mulai melandai 0,57% lebih rendah dibandingkan Mei 2026 yang mencapai 4,55%.
Sementara itu, inflasi beras secara bulanan (month-to-month/mtm) sampai Juni 2026 tercatat di 0,45%. Indeks tersebut masih berada di bawah level 1%, sehingga mencerminkan pergerakan harga beras yang relatif terkendali.
Menurut pihak Badan Pangan Nasional (Bapanas), kesiapan pelaksanaan program bantuan pangan tahap kedua alokasi Juli sampai September. Adapun stok beras pemerintah di Perum Bulog masih cukup memadai.
"Stok beras kita hari ini tertinggi sepanjang sejarah, selama kita merdeka. Ini stoknya hari ini 5,2 juta ton. Jadi ini untuk kepentingan masyarakat Indonesia, pasti atas arahan Bapak Presiden, kita gelontorkan," ucap Kepala Bapanas Andi Amran Sulaiman.
Untuk program bantuan pangan tahap kedua direncanakan mulai disalurkan secara secara sekaligus pada Agustus mendatang. Total beras sebanyak 997,2 ribu ton akan digelontorkan kepada 33,24 juta KPM masing-masing 10 kg dengan alokasi 3 bulan.
"Kita syukuri juga bahwa beras tak lagi menjadi penyumbang utama inflasi dalam 2 tahun terakhir. Kita sudah swasembada. Beras tidak impor lagi. Harga dunia (sedang) naik. Harga beras kita stabil di saat harga dunia naik dengan akibat Selat Hormuz, (itu) mungkin salah satunya," jelas Amran.
Realisasi bantuan pangan tahap pertama berupa beras 664,88 ribu ton, jika ditambah target salur bantuan pangan tahap kedua 997,2 ribu ton, maka bantuan pangan tahun 2026 nantinya mencapai total hingga 1,66 juta ton. Meningkat hingga 133,83% jika dibandingkan realisasi bantuan pangan tahun 2025 yang totalnya 710,78 ribu ton dengan 4 bulan alokasi.

