Atasi Kekeringan, 56.000 Pompa Air Bakal Disiapkan
Jagad Tani - Penyiapan sebanyak 56 ribu unit pompa air pada Tahun Anggaran 2026, dinilai oleh Kementerian Pertanian (Kementan) menjadi langkah mitigasi kekeringan nasional, guna menjaga produksi pangan di tengah ancaman musim kemarau dan perubahan iklim.
Menurut Andi Amran Sulaiman, selaku Menteri Pertanian (Mentan), pompanisasi merupakan solusi paling cepat untuk mengantisipasi dampak kekeringan, supaya penyaluran pompa air ke berbagai sentra padi yang masih memiliki sumber air, bisa dipercepat, sehingga lahan sawah tetap memperoleh pasokan air, dan target swasembada pangan terjaga.
Baca juga: Rehabilitasi Topang Produktivitas, 19,26% Mangrove Indonesia Kritis
"Saya selalu sampaikan bahwa sekarang kita perlu pompanisasi untuk memenuhi air dari sungai ke sawah. Mengapa? Mustahil kita lolos dari krisis pangan kalau solusi cepat ini tidak kita lakukan," ungkap Amran dalam keterangan tertulisnya, dikutip Selasa (28/7).
Lebih lanjut, Amran menyatakan jika pengalaman menghadapi El Nino beberapa tahun terakhir, mampu menunjukkan bahwa ketersediaan air, menjadi faktor penentu keberhasilan dalam menjaga produksi pangan.
Oleh karena itu, bila pompanisasi dipadukan dengan modernisasi pertanian, maka penyaluran berbagai alat dan mesin pertanian (alsintan), bagi petani, dinilai mampu meningkatkan produktivitas sekaligus beradaptasi terhadap perubahan iklim.
Sementara itu, Andi Nur Alam Syah, Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP), mengatakan bahwa percepatan distribusi pompa air dilakukan ke daerah yang mengalami kekeringan, terutama sentra produksi padi yang masih memiliki sumber air permukaan seperti sungai, embung, waduk maupun saluran irigasi.
"Mitigasi kekeringan harus dilakukan secara cepat dan tepat sasaran. Pompanisasi merupakan salah satu strategi utama agar petani tetap dapat mengairi sawah meskipun curah hujan menurun," terang Andi.
Andi melanjutkan bahwa dari total 56 ribu unit pompa air yang disiapkan pada Ta 2026, setidaknya ada sekitar 11 ribu unit telah didistribusikan kepada penerima manfaat, dan sekitar 20 ribu unit lainnya sedang dalam proses penyaluran berdasarkan usulan pemerintah daerah.
Selain mempercepat distribusi pompa air, Andi menilai pihaknya terus memperkuat modernisasi pertanian melalui penyaluran berbagai alsintan, mulai dari traktor roda dua dan roda empat, rice transplanter, combine harvester hingga berbagai sarana mekanisasi lainnya.
Upaya ini dilakukan untuk meningkatkan efisiensi usaha tani, mempercepat masa tanam, serta menekan kehilangan hasil panen. Sehingga identifikasi sumber-sumber air yang dapat dimanfaatkan bisa semakin banyak lahan sawah tetap produktif selama musim kemarau.
"Dengan pengelolaan yang baik, alsintan akan meningkatkan efisiensi usaha tani, menjaga produktivitas di tengah ancaman kekeringan, sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional dan mendukung percepatan swasembada pangan," pungkasnya.

