• 28 July 2026

Cuaca Ekstrem, Tangkapan Nelayan Gorontalo Utara Berkurang

uploads/news/2026/07/cuaca-ekstrem-tangkapan-nelayan-16087ce8669415e.jpg

Jagad Tani - Hasil produksi perikanan tangkap di Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Kwandang Gorontalo Utara, Provinsi Gorontalo, saat ini mengalami penurunan, akibat kondisi cuaca yang ekstrem, seperti angin kencang, dan gelombang tinggi. 

Rustam Abdullah, Ketua Tim Kerja (Katimja) Kesyahbandaran PPN Kwandang Gorontalo Utara, melansir dari laporan Antara, Selasa (28/7), mengatakan bahwa saat ini produksi ikan mengalami penurunan, akibat dari dampak cuaca. 

Baca juga: Rehabilitasi Topang Produktivitas, 19,26% Mangrove Indonesia Kritis

Menurutnya, jika di waktu normal rata-rata pendaratan ikan dalam sehari mampu mencapai 20 ton, namun pada saat ini jumlahnya turun, dan hanya berada di kisaran 8-10 ton per hari. "Kadang-kadang masih bisa sampai 15 ton, namun sesekali saja," Imbuhnya.

Hasil perikanan tangkap tersebut, dipasok oleh kapal-kapal ikan yang bersandar di PPN Kwandang, termasuk dari perahu nelayan yang datang dari desa-desa pesisir, misalnya perahu nelayan yang berasal dari Kecamatan Ponelo Kepulauan.

Adapun untuk jumlah kapal, khusus kapal ikan di atas 10 Gross Ton (GT) saat ini mencapai sembilan unit, sementara kapal di bawah 10 GT yang beroperasi di PPN Kwandang mencapai 59 unit.

Lebih lanjut, dalam menghadapi cuaca ekstrem yang terjadi, Rustam menilai, pihaknya masih terus menyampaikan imbauan kepada para nakhoda kapal, secara langsung, agar mereka tetap memperhatikan kondisi cuaca, sebelum melaut. 

Selain itu disampaikan, bahwa ada juga pemberitahuan tak langsung, yang ditempelkan dalam surat persetujuan berlayar, mengenai cuaca, dan juga setiap hari pihaknya menyampaikan imbauan melalui pengeras suara di lokasi pelabuhan.

"Pemberitahuan melalui pengeras suara, kami sampaikan setiap jam di area pelabuhan. Seluruh nakhoda diminta tertib mematuhinya untuk mencegah kecelakaan saat melaut mengingat cuaca ekstrem dapat berlaku kapan saja," tukasnya.

 

Related News