Listrik Mati, Peternak Hadiahkan PLN Bangkai Ayam
Jagad Tani - Ribuan bangkai ayam dibuang ke Kantor PLN UP3 Palangka Raya di Jalan Ahmad Yani, Rabu (29/7) oleh para peternak ayam yang tergabung di Aliansi Gerakan Palangka Raya Gelap (GPG), akibat pemadaman listrik bergilir yang sering terjadi di Palangka Raya.
Total sekitar 1500 ekor bangkai ditebar, sebagai bentuk kekecewaan peternak karena belum tuntasnya persoalan listrik yang merugikan masyarakat. Spanduk bertuliskan "Kantor Ini Disegel Masyarakat" dipasang di pintu gerbang kantor PLN, disertai penebaran bangkai ayam dari halaman hingga badan jalan.
Baca juga: Delegasi Tiongkok Bakal Investasi di Bidang Hortikultura
Sehari sebelumnya, peternak ayam yang tergabung dalam Perhimpunan Insan Perunggasan (Pinsar) Kalimantan Tengah menyuarakan keluhan, dengan membawa bangkai ayam yang mati akibat padamnya listrik, terutama karena sistem kandang tertutup (Close House) tidak dapat beroperasi optimal.
Bangkai ayam ini menjadi simbol atas kerugian yang dialami oleh para peternak akibat pemadaman listrik yang berulang dalam beberapa pekan terakhir, namun, hingga hari kedua unjuk rasa mereka tak kunjung dipertemukan dengan General Manager PLN untuk mendapatkan kepastian informasi.
Menurut Ketua Pinsar Kalimantan Tengah, Andi Bustan, pemadaman listrik yang terus berulang membuat peternak mengalami kerugian besar, terutama saat memasuki masa panen.
Sementara itu, Fiteli selaku perwakilan Aliansi GPG menilai ketidakhadiran pimpinan tertinggi PLN UID Kalselteng mencerminkan kurangnya penghargaan terhadap aspirasi masyarakat Kalimantan Tengah dan menegaskan masyarakat ingin mendengar penjelasan langsung dari pihak yang memiliki kewenangan mengambil keputusan.
Di sisi lain, PLN sebelumnya telah menjelaskan jika pemadaman bergilir bukan disebabkan kekurangan pasokan energi listrik, melainkan akibat gangguan teknis pada sejumlah pembangkit yang terhubung dalam Sistem Interkoneksi Kalimantan.
Iwan Soelistijono, General Manager PLN UID Kalselteng, menerangkan jika gangguan bermula setelah generator di PLTU Asam-Asam mengalami kerusakan. Selain itu, dua unit pembangkit milik Independent Power Producer (IPP) juga mengalami kebocoran pada pipa boiler dan turbin, sehingga kemampuan memasok daya ke sistem menurun.
Kondisi tersebut, membuat PLN menerapkan pengaturan beban secara terbatas di sejumlah wilayah Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah guna menjaga keberlangsungan sistem kelistrikan selama proses pemulihan berlangsung.

