• 6 August 2026

Tanaman yang Indonesia Banget, Padahal dari Luar

uploads/news/2026/08/tanaman-yang-indonesia-banget--206086a51297ad2.jpg

Jagad Tani - Siapa sangka jika dari sekian banyaknya jenis tanaman untuk komoditas pangan, yang selama ini sudah dikenal menjadi bagian dari makanan sehari-hari warga Indonesia, ternyata banyak yang berasal dari luar negeri.

Tentunya saking nge-blendnya dengan budaya dan cita rasa masakan Indonesia, sampai-sampai beberapa tanaman pangan tersebut, sudah dianggap sebagai bagian dari komoditas pangan Nusantara. Tanaman apa sajakah itu, simak ulasan singkat berikut:

Baca juga: Elang Jawa: Sang Garuda yang Terancam Punah

Cabai
Bagi sebagian masyarakat Indonesia, tentu kurang lengkap rasanya kalau pada saat makan tanpa adanya sambal. Bahkan di tiap daerah mempunyai banyak ragam olahan sambal, mulai dari Sambal Terasi, Sambal Matah, Sambal Bawang, Sambal  Bajak hingga Sambal Ijo.

Namun siapa sangka jika tanaman dari genus Capsicum, dan biasanya dimanfaatkan sebagai bahan utama untuk pembuatan sambal, merupakan tanaman berasal dari Benua Amerika. Bahkan pada tahun 2500 Sebelum Masehi (SM), masyarakat Suku Inka (Amerika Selatan), Suku Maya (Amerika Tengah) dan Suku Aztek (Meksiko), sudah memanfaatkan dan membudidaya cabai.

Adapun orang yang berjasa dalam penyebaran cabai hingga ke seluruh dunia, yakni Christopher Columbus (1451- 1506) pelaut Italia yang mendarat di pegunungan Guanahani, yang kemudian dinamakan San Salvador di Kepulauan Bahama, laut Karibia, pada tanggal 12 Oktober 1492. Cabai ke Indonesia pertama kali dibawa oleh seorang pelaut portugis bernama Ferdinand Magellan (1480-1521).

Singkong
Panganan sumber karbohidrat, yang di sebagian wilayah Indonesia menjadi makanan khasnya dengan berbagai olahan seperti Tiwul, Cenil, Peyeum, Tape hingga Gethuk, ini ternyata berasal dari wilayah Amerika Selatan, meliputi Brazil, Paraguay dan sebagian wilayah Pegunungan Andes. 

Bahkan, singkong atau Manihot Esculenta yang termasuk ke dalam jenis tanaman umbi-umbian dari keluarga Euphorbiaceae, sudah dibudidayakan oleh Suku Maya yang mendiami wilayah Semenanjung Yucatan, Benua Amerika. 

Menurut Hari Suroto, Peneliti Pusat Riset Arkeologi Lingkungan dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), menjelaskan bahwa tanaman singkong pertama kali diperkenalkan ke Kongo, Afrika oleh Portugis pada 1558, dan Portugis memperkenalkan singkong ke Maluku pada abad ke-16 lewat bibit singkong dari Brasil.

Jagung
Selanjutnya, jagung (Zea Mays L) yang di sebagian wilayah Indonesia bahkan sudah menjadi bahan makanan pokok. Olahannya pun masih banyak kita temukan, mulai dari nasi jagung, Jasuke (Jagung Susu Keju), Bakwan Jagung hingga menjadi campuran dari Sayur Asem, sudah Indonesia banget bukan.

Lagi-lagi, panganan yang sudah melokal dan Indonesia banget ini, ternyata berasal dari Benua Amerika. Melalui buku Perjalanan Panjang Tanaman Indonesia, yang ditulis oleh Setijati D. Sastrapradja, dijelaskan bahwa jagung bukan berasal dari Indonesia. 

Berdasarkan temuan genetik, antropologi, dan arkeologi, jagung sebenarnya berasal dari Meksiko bagian selatan, yang ada di daratan Amerika Tengah. Tanaman yang berasal dari biji-bijian liar bernama Teosinte (Zea mays ssp. parviglumis) ini kemudian di domestikasi oleh masyarakat Meksiko sekitar 7000 tahun lalu, dan baru masuk ke Indonesia pada Abad ke-16 oleh penjelajah Portugis dan Spanyol.

Itulah beberapa tanaman yang sudah menjadi bagian dari panganan Indonesia, yang ternyata aslinya bukan berasal Indonesia, namun dibawakan oleh para penjelajah dan Pedagang Eropa pada abad Ke-16. Di luar dari tiga tanaman di atas, masih ada banyak lagi tanaman yang sudah menjadi bagian dari panganan masyarakat kita, namun asalnya dari luar, tanaman apa sajakah itu? Nanti akan kita bahas di lain kesempatan.

 

Related News