• 7 August 2026

Jamur Tiram Probolinggo Punya Potensi Gerakkan Ekonomi

uploads/news/2026/08/jamur-tiram-probolinggo-punya-662866e3490711e.jpeg

Jagad Tani - Budidaya jamur tiram dinilai memiliki potensi besar dalam menggerakkan ekonomi masyarakat di Desa Alasnyiur, Kecamatan Besuk, Kabupaten Probolinggo, tidak terkecuali dengan pembudidayaan jamur tiram Industri Kecil dan Menengah (IKM) milik Zainal Abidin.

Menurutnya, saat ini, usaha yang dikelolanya mampu memproduksi rata-rata sekitar 20 kilogram jamur tiram per hari. Namun aspek pemasaran menjadi tantangan yang dihadapi, dan berharap adanya dukungan pemerintah untuk membantu memperluas akses pemasaran, sehingga bisa lebih berkembang.

Baca juga: Inovasi Nutrasetika Bahan Lokal untuk Pakan Ternak

“Melimpahnya produksi dari berbagai sentra budidaya menyebabkan pasokan di pasar meningkat sehingga penyerapan hasil panen belum optimal. Harapan kami tentu ada dukungan untuk memperluas pemasaran sehingga hasil panen petani jamur bisa terserap dengan baik dan usaha ini terus berkembang,” jelasnya.

Sementara itu, Ning Marisa Juwitasari selaku Ketua Umum Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Probolinggo, mengatakan bahwa budidaya jamur tiram jadi salah satu sektor UMKM yang punya prospek cerah, karena mampu memberi nilai ekonomi, serta membuka peluang usaha bagi masyarakat.

“Jamur ini memang membawa berkah, luar biasa. Saya berharap rezeki para pelaku UMKM di Kabupaten Probolinggo terus meningkat sehingga semakin banyak yang sukses. Semoga produk-produk UMKM, termasuk jamur tiram, semakin dikenal di berbagai daerah,” ucapnya.

Marisa menilai, keberhasilan usaha jamur tiram sangat bergantung pada ketekunan pelaku usahanya, terutama dalam menjaga kualitas produk dan konsistensi dalam mengembangkan usaha, serta mengingatkan agar pantang menyerah ketika menghadapi tantangan pasar.

“Pesan saya, terus berkarya dan terus berjualan dengan penuh hati, apa pun hasilnya. Karena rezeki itu sudah ada porsinya. Jangan pernah mengeluh karena hari ini tidak laku atau penjualannya sedikit. Dalam dunia usaha tidak boleh ada pikiran seperti itu,” tuturnya.

Bukan hanya itu, Marisa juga mengajak para pelaku UMKM untuk terus bersyukur atas setiap hasil yang diperoleh. Semangat, kerja keras dan rasa syukur menjadi modal utama dalam membangun usaha yang berkelanjutan.

“Sedikit ataupun banyak hasil yang didapat harus tetap disyukuri. Karena itulah rezeki yang berkah. Jika terus tekun dan menjaga kualitas, saya yakin budidaya jamur tiram di Kabupaten Probolinggo akan semakin maju dan menjadi kebanggaan daerah,” tandasnya.

 

Related News