Kebakaran Hutan di Gunung Bromo Meluas Hingga 520 Ha
Jagad Tani - Melaliu data dari Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) tercatat bahwa luas area yang terdampak kebakaran di kawasan Gunung Bromo kian meluas, dari data sebelumnya sekitar 176 hektare, dan telah mencapai 520 hektare.
"Tercatat hingga saat ini ada 520 hektare kawasan terdampak kebakaran," jelas Rudijanta Tjahja Nugraha, selaku Kepala Balai Besar TNBTS dikutip dari Antara di Gunung Bromo, Jawa Timur, Minggu (9/8).
Baca juga: Pantauan Harga Unggas di Pasar Splendid Malang
Meluasnya area terdampak kebakaran dipicu oleh peristiwa kembali berkobarnya api di kawasan Gunung Bromo, pada Sabtu (8/8) malam. Dalam kejadian tersebut, api tidak hanya membakar tebing tetapi juga area savana Gunung Bromo.
Dijelaskan bahwa, membesarnya kebakaran disebabkan oleh hembusan angin yang cukup kencang, sehingga api menjalar dengan cepat dari sisi atas tebing ke arah bawah. Saat menyentuh area bawah tebing, api turut membakar vegetasi berupa rerumputan dan tanaman yang memang sudah dalam kondisi kering.
Kondisi itu pada akhirnya mampu mempercepat pergerakan api menyeberangi Jalur Lingkar Kaldera Tengger (JLKT) untuk menuju ke arah savana dan membakar rumput yang ada di sana.
Bahkan, beberapa deret rumput kering yang ada di sisi tengah JLKT dari sisi Jemplang, Kabupaten Malang turut terdampak akibat membesarnya kobaran api Sabtu malam.
Dalam surat pengumumannya, pihak Balai Besar TNBTS mengumumkan penutupan total semua pintu masuk sejak Sabtu, Pukul 22.00 WIB, akibat kebakaran hutan (Karhutla) yang semakin meluas di area kaldera Gunung Bromo.
Pintu-pintu tersebut meliputi Cemorolawan (Kab. Probolinggo), Wonokitri (Kab. Pasuruan), Jemplang dan Coban Trisula (Kab Malang), serta Senduro (Kab. Lumajang).
Para pengunjung yang sudah melakukan pembelian, tiket melalui pemesanan online, selama masa penutupan, diberi kesempatan untuk melakukan penjadwalan ulang (Rescheduling), ataupun pengembalian uang (Refund), dengan melengkapi formulir yang disampaikan melalui admin aplikasi booking online TNBTS.
Sementara itu, dalam laporan tertulis Kementerian Kehutanan (Kemenhut) untuk pengendalian kebakaran disebutkan bahwa, tiga helikopter sudah dioperasikan untuk pemadaman dari udara (water bombing), khususnya pada titik-titik api yang berada di kawasan lereng dan medan yang sulit dijangkau oleh pasukan pemadam di darat.
Adapun pasukan pemadam di darat tetap melakukan pemadaman secara langsung, dan membuat sekat bakar untuk membantu mengendalikan dan mencegah penjalaran api.
Melalui data dari Sistem Peringkat Bahaya Kebakaran (SPBK) pada 9 Agustus 2026 lalu, sebagian wilayah Jawa Timur berada dalam kategori mudah hingga sangat mudah terbakar. Hal ini harus menjadi perhatian seluruh pihak, terutama pada wilayah yang memiliki tingkat kemudahan terbakar tinggi, agar lebih waspada dan siap siaga.

