• 10 August 2026

Industri Agro Indonesia, Harus Memperluas Pasar Ekspor

uploads/news/2026/08/industri-agro-indonesia-harus-800192e12910519.jpeg

Jagad Tani - Industri agro, menjadi salah satu motor penggerak pertumbuhan ekonomi nasional, sehingga peningkatan kapasitas produksi dan percepatan hilirisasinya merupakan langkah penting untuk menghasilkan produk bernilai tinggi, serta memperluas akses pasar ekspor.

Menurut Agus Gumiwang Kartasasmita, Menteri Perindustrian, Indonesia memiliki kekayaan sumber daya alam yang menjadi modal penting bagi pengembangan industri agro. Potensi ini harus dioptimalkan melalui peningkatan kemampuan industri dalam menghasilkan produk yang berkualitas. 

Baca juga: Pantauan Harga Unggas di Pasar Splendid Malang

“Indonesia memiliki kekayaan sumber daya alam yang sangat besar. Tantangannya adalah bagaimana kekayaan tersebut dapat diolah menjadi produk industri bernilai tambah tinggi dan memiliki daya saing di pasar global,” ujar Agus dalam keterangan tertulisnya dikutip, Minggu (9/8).

Agus mengungkapkan bahwa, kemampuan menembus pasar ekspor tidak hanya ditentukan oleh kualitas produk, tetapi juga oleh kesiapan perusahaan memahami karakteristik pasar tujuan, memenuhi persyaratan regulasi, serta membangun citra dan kredibilitas perusahaan di mata pembeli internasional.

“Pasar global semakin kompetitif dan memiliki persyaratan yang semakin kompleks. Industri nasional harus mampu membaca peluang pasar, memenuhi standar mutu dan keamanan pangan, serta menunjukkan komitmen terhadap aspek keberlanjutan,” sambungnya.

Pada  21–24 Juli 2026 lalu, pihak Direktorat Jenderal Industri Agro Kemenperin juga pernah menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Manajemen Ekspor di Jakarta yang diikuti oleh 20 peserta dari 16 perusahaan industri rempah, rumput laut, mikroalga, dan sagu.

Keempat komoditas tersebut dinilai memiliki potensi pengembangan yang besar untuk dikembangkan jadi produk industri bernilai tambah tinggi yang berpeluang di pasar internasional.  

Sementara itu, Putu Juli Ardika, selaku Plt. Direktur Jenderal Industri Agro Kemenperin, menyatakan bahwa Bimtek Manajemen Ekspor merupakan langkah konkret untuk membekali para pelaku industri dengan kemampuan praktis dalam menghadapi dinamika perdagangan internasional.

“Penguatan akses pasar harus diikuti dengan kesiapan industri. Pelaku usaha perlu memiliki kemampuan membaca peluang pasar secara tepat, memahami persyaratan negara tujuan ekspor, serta mampu menyampaikan keunggulan produknya secara efektif kepada calon pembeli global,” jelasnya. 

Materi Bimtek meliputi pemanfaatan market intelligence untuk mengidentifikasi peluang pasar dan mendukung pengambilan keputusan bisnis berbasis data. Selain itu, juga ada pemahaman soal pemenuhan persyaratan mutu (quality assurance) dan keamanan pangan (food safety) sesuai regulasi negara tujuan ekspor.

“Tren pasar internasional menunjukkan bahwa aspek keberlanjutan semakin menjadi pertimbangan penting bagi buyers. Karena itu, industri kita harus mampu menunjukkan bukan hanya produk yang berkualitas, tetapi juga bagaimana perusahaan menjalankan proses bisnis yang bertanggung jawab,” ujar Putu.

Penguatan kapasitas industri, membuka peluang bagi produk industri agro Indonesia untuk memasuki pasar internasional. Produk berbasis rempah, rumput laut, mikroalga, dan sagu diharapkan tidak hanya dipasarkan sebagai komoditas, tetapi berkembang menjadi produk industri yang berdaya saing di pasar global. 

“Ke depan, kami optimis semakin banyak produk industri agro Indonesia yang akan dikenal dan diterima di pasar dunia. Untuk itu, hilirisasi, peningkatan kualitas, penguatan SDM, serta kemampuan membaca dan memenuhi kebutuhan pasar global harus terus berjalan secara bersamaan,” pungkasnya.

Related News