• 12 August 2026

Peternak Unggas Menjerit, Rakor Perunggasan Digelar

uploads/news/2026/08/peternak-unggas-menjerit-rakor-75221332cbdf788.jpeg

Jagad Tani - Rapat Koordinasi (Rakor) Perunggasan pada Selasa (11/8) di Surabaya, Jawa Timur, dinilai memberi harapan bagi keberlanjutan usaha peternak, terutama di tengah tekanan harga pakan dan kondisi kelebihan pasokan telur.

Menurut Suwardi, Ketua Koperasi Peternak Unggas Sejahtera (KPUS) peternak merasa puas dengan keputusan yang dihasilkan dalam rakor tersebut, karena kendala yang dihadapi peternak di lapangan, bisa direspon dan didengarkan langsung.

Baca juga: Jawab Aspirasi Adriano, Alor Digelontorkan Bantuan Beras

“Kami merasa puas, puas, karena ini sudah dirapatkan. Mudah-mudahan implementasinya juga sama. Karena ini berkaitan dengan hajat hidup dan matinya para peternak ini,” ujar Suwardi dalam keterangan tertulis, dikutip Rabu (12/8).

Salah satu keputusan yang mendapat perhatian peternak, yakni soal komitmen pemerintah untuk menjaga harga pakan agar tidak semakin membebani peternak, ketika harga telur di tingkat peternak belum sesuai dengan Harga Acuan Pembelian (HAP).

Sebelumnya, di sejumlah daerah para peternak menggelar berbagai aksi protes, mulai dari aksi bagi-bagi telur secara cuma-cuma, mandi telur, hingga bagi-bagi ayam petelur secara gratis, akibat kenaikan harga pakan, sedangkan harga telurnya justru jatuh. 

Sementara itu, Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) yang juga Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan sikapnya dalam menjaga keseimbangan antara harga input produksi dan harga hasil produksi peternak. 

“Tolong jangan ada harga pakan naik. Saya minta, saya perintah ini, enggak lagi minta tawar-menawar,” ungkap Amran.

Dilanjutkan bahwa, pihaknya tidak ingin peternak semakin tertekan karena adanya kenaikan biaya produksi ketika harga telur belum memberikan nilai pemasukan yang memadai bagi para peternak.

Selain menjaga harga pakan, pihaknya juga memutuskan untuk menambah dan memperpanjang program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) jagung bagi peternak. Total alokasi program SPHP jagung pakan yang digulirkan sejak bulan Mei 2026 yakni mencapai 242 ribu ton.

Jumlah tersebut merupakan hasil serapan panen petani jagung, untuk mendukung peternak unggas, dan membantu lebih dari 5 ribu peternak skala mikro, kecil, dan menengah di 26 provinsi dengan total populasi mencapai 53 juta ekor unggas. Adapun realisasi saat ini mencapai 46,55% atau sekitar 118 ribu ton.

Kebijakan ini oleh Amran dinilai penting, karena jagung merupakan salah satu bahan baku utama pakan unggas, sehingga kepastian pasokan jagung dengan harga yang terjangkau diharapkan dapat membantu menjaga biaya produksi peternak.

“Menambah dan memperpanjang SPHP, nah itu Bulog, tanggung jawab saya, Bulog, perpanjang sepanjang-panjangnya. Selama peternak butuh, kasih, titik, mudah, jangan ada basa-basi, tukas Amran. 

Related News