• 13 August 2026

Agustusan: Emak-Emak Lomba Masak Non-Beras dan Non-Terigu

uploads/news/2026/08/agustusan-emak-emak-lomba-masak-240572d11bc3759.jpg

Jagad Tani - Indonesia memiliki keanekaragaman bahan pangan lokal, tinggal bagaimana cara kita mengemas dan mengolahnya. Mulai dari yang berbahan non-beras hingga yang berbahan non-terigu, semua sudah tersedia.

Salah satu caranya yaitu dengan mengolah produk mentah ke produk jadi, seperti pengadaan lomba kreasi yang digelar oleh Dinas Pangan dan Pertanian (Dispaperta) di halaman Kantor PKK Batang, Kabupaten Batang, Kamis (13/8).

Baca juga: Telur Penjaga Lamun-Terumbu Karang Ditemukan di Sambas

Lomba yang diikuti oleh Tim Penggerak (TP) PKK dari 15 kecamatan se-Kabupaten Batang ini dilakukan dalam rangka Memperingati HUT Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, serta mendorong warga agar mengonsumsi pangan yang lebih beragam. 

Menurut Sekretaris Dispaperta Batang, Syam Manohara, pemilihan bahan non-beras dan non-terigu bukan tanpa alasan, karena menjadi salah satu upaya dalam meningkatkan angka penganekaragaman konsumsi pangan masyarakat

Para peserta diberikan waktu sekitar dua jam untuk mengolah bahan pangan lokal menjadi menu makanan yang kreatif dan menarik. Selama ini, jelasnya, pola konsumsi pangan harapan masih belum 100%, dan menginjak sekitar 98% sekian. 

“Salah satu komponen yang masih perlu didorong adalah konsumsi pangan berbahan umbi-umbian. Karena itu, lomba tersebut diharapkan dapat memperkenalkan berbagai menu berbahan pangan lokal yang selama ini belum banyak dikonsumsi masyarakat,” ungkapnya.

Dalam lomba tersebut, peserta diberikan kebebasan untuk menentukan jenis makanan yang akan dibuat. Namun, bahan utama yang digunakan wajib berasal dari pangan non-beras dan non-terigu.

“Kreasi sendiri, dibebaskan, yang penting bahannya non-beras dan non-terigu. Pangan berbasis umbi-umbian menjadi salah satu bahan yang didorong untuk dikembangkan dalam kegiatan tersebut,” terang Syam. 

Bahkan ia pun berharap, jika menu yang menjadi pemenang, nantinya tidak hanya berhenti sebagai hidangan lomba, tetapi dapat dikembangkan menjadi produk pangan yang diminati masyarakat.

“Kita harapkan nanti menu yang jadi pemenang bisa diangkat sebagai produk pangan yang menarik untuk masyarakat Kabupaten Batang,” harapnya.

Demi mendukung pengembangan tersebut, Dispaperta menggandeng TP PKK Kabupaten Batang, Bank Indonesia (BI), serta Risa Catering, supaya dapat membuka peluang kreasi pangan lokal yang dihasilkan bisa berkembangkan dan dikenalkan lebih luas.

Selain mendorong konsumsi pangan non-beras dan non-terigu, lomba itu diarahkan untuk menghasilkan makanan yang bergizi, berimbang, sehat, dan aman. Bahkaan pangan berbasis umbi-umbian dapat menjadi sumber energi atau karbohidrat yang nant dikombinasikan dengan sumber protein.

“Umbi-umbian itu sumber energi atau karbohidrat. Nanti bisa dikombinasikan dengan protein, mungkin dari ikan atau telur. Jadi makanan ini bergizi, berimbang, sehat, dan aman,” jelas .

Menurutnya, penganekaragaman pangan penting dilakukan agar masyarakat tidak hanya bergantung pada satu jenis sumber pangan, terutama beras. Tentu semakin banyaknya pilihan pangan lokal yang diolah menjadi menu menarik, konsumsi umbi-umbian diharapkan meningkat.

"Dengan adanya lomba masak ini bisa mengangkat olahan pangan dari bahan non-beras dan non-terigu, sehingga terjadi penganekaragaman pangan.“Kita ingin menutup kekurangan konsumsi pola pangan sehingga nantinya bisa mencapai angka 100 persen,” tandasnya.

Related News