• 16 August 2026

Nelayan Kepulauan Seribu Diundang Upacara ke Istana

uploads/news/2026/08/nelayan-kepulauan-seribu-diundang-7904815c175d07c.jpg

Jagad Tani - Pada gelaran upacara peringatan HUT Ke-81 Kemerdekaan RI di halaman Istana Merdeka, Jakarta, Senin (17/8), sejumlah nelayan dari Kepulauan Seribu, mulai dari Pulau Sabira hingga Pulau Harapan berkesempatan untuk hadir langsung. 

Para nelayan dari Pulau Harapan dan Pulau Sabira, seperti Sama, Ali Kurniawan, dan Najib, turut senang menerima undangan yang mereka dapatkan tersebut dan diterima dengan rasa bangga, karena merupakan kesempatan langka.

Baca juga: Jambore Nasional, Peran Hutan dan Ketahanan Pangan

Ali Kurniawan bahkan sudah membayangkan cerita yang akan dibawanya pulang setelah mengikuti upacara di Istana. pengalaman yang kelak akan menjadi kenangan keluarga yang ingin dia ceritakan kepada anak-anaknya.

"Saya terutama cerita kepada keluarga, anak-anak saya, walaupun orang tuanya nelayan, tapi saya akan ceritakan Bapak pernah menghadiri upacara di Istana Merdeka," ungkap Ali berdasarkan keterangan yang diterima, Minggu 16/7).

Hal serupa juga disampaikan Najib, nelayan asal Pulau Sabira. Undangan tersebut terasa begitu istimewa baginya karena selama ini dia tidak pernah membayangkan seorang nelayan dari pulau dapat memperoleh kesempatan untuk datang langsung ke Istana Merdeka di hari kemerdekaan.

"Saya berterima kasih banyak kepada Bapak Presiden karena ya kan kalau dipikirkan enggak mungkin kan orang seperti kita, orang kecil seperti saya ini mau dipanggil ke sana kan. Jadi ini terima kasih banyak dan sangat senang lah," ujar Najib.

Kebahagiaan menyambut undangan ke Istana Merdeka bukan hanya dirasakan oleh nelayan, tetapi dirasakan oleh guru di Kepulauan Seribu,  misalnya Welni Agnes yang telah mengabdi sebagai guru di SMPN 1 Atap Dua, Pulau Sabira.

Ketika pertama kali mendengar dirinya mendapat kesempatan menghadiri upacara di Istana Merdeka, Welni bahkan sempat mengira kabar tersebut hanyalah gurauan.

"Saya pikir bercanda-an karena kan sebelumnya saya baru keluar dari rumah sakit, saya pikir mungkin biar saya cepat sembuhnya. Ternyata benar. Jadi saya merasa bersyukur karena ini kali pertama saya diajak," terangnya. 

Momentum kemerdekaan jadi pengingat bahwa jarak dan bentang laut tidak seharusnya menjadi pembeda bagi masa depan seorang anak. Harapan anak-anak Kepulauan Seribu ini juga disampaikan Ririn Yuniarsih, selaku Kepala SMPN 285 Jakarta. 

Dia mengharapkan anak-anak yang tumbuh dan belajar di Kepulauan Seribu memperoleh kesempatan pendidikan yang sama dengan anak-anak di wilayah lain Indonesia. "Anak pulau tidak berbeda dengan anak di seluruh Nusantara," tukas Ririn.

 

Related News