• 20 August 2026

Mengenal Guiña, Kucing Terkecil dari Benua Amerika

uploads/news/2026/08/mengenal-gui-a-kucing-terkecil-8714625bee59e81.jpg

Jagad Tani - Dari belahan bumi bagian barat, terdapat sebuah spesies kucing liar terkecil di Benua Amerika yang dikenal dengan nama Kodkod (Leopardus guigna) dan menjadi salah satu spesies kucing liar terkecil di dunia.

Penampilannya cukup mirip dengan Kucing Geoffroy (Leopardus geoffroyi) yang berbagi wilayah sebaran di Argentina, akan tetapi, Kodkod berukuran lebih kecil, memiliki wajah yang lebih kecil, dan ekor yang lebih tebal.

Baca juga: Lindungi Satwa, Negara Ini Tutup Kebun Binatang

Merujuk kepada Wild Cat Conservation, istilah Kodkod merupakan nama pemberian dari suku Aracaunian Indian untuk penamaan kucing ini, namun masyarakat setempat juga menyebutnya dengan nama Guiña.

Wilayah Sebaran
Terkait wilayah sebarannya, Kodkod memiliki cakupan wilayah yang kecil jika dibandingkan dengan kucing lainnya di Benua Amerika, sebab hanya bisa ditemukan di wilayah Chili bagian tengah dan selatan, serta daerah-daerah yang berdekatan dengan Argentina.

Sementara itu, di kawasan hutan Pegunungan Patagonia, Argentina, jumlah populasi Kodkod ditemukan jauh lebih rendah daripada di Chili. Hal ini kemungkinan disebabkan oleh keberadaan Kucing Geoffroy yang jumlah populasinya jauh lebih besar.

Luas wilayah jelajah Kodkod adalah 0,3-2,2 km² di Torres del Paine and Queulat National Parks, dan 1,3-22,4 km² di lanskap yang terfragmentasi di pantai timur laut Pulau Chiloé, Chili.

Populasi kucing ini berkaitan dengan vegertasi hutan campuran yang beriklim lembap di pegunungan Andes serta wilayah pesisir, dengan sebaran hingga di ketinggian 1.900-2.500 meter di atas permukaan laut (MDPL).

Tutupan vegetasi hutan yang lebat, menjadi lokasi dari kebaradaan habitat Kodkod, masih relatif toleran terhadap perubahan habitat, misalnya di kawasan hutan sekunder, hutan pinus atau eukaliptus, habitat semi-terbuka, atau dekat dengan area pertanian.

Dalam laporan Cats Grup, dijelaskan, hutan campuran beriklim lembap di pegunungan Andes selatan dan pesisir, khususnya hutan Valdivian dan Araucaria di Chili jadi lokasi kediamannya, yang berciri khas berupa hutan beech selatan (Nothofagus spp.) dengan pepohonan bambu pada bagian bawah hutan.

Di hutan Pegunungan Patagonia, ia menghuni semak Mediterania dan lebih banyak ditemukan di hutan sklerofik dan semak belukar. Di Argentina, guiña juga tercatat di dalam hutan Subantartika dan hutan pegunungan mirip Valdivian dengan struktur bambu, liana, dan epifit.

Aktivitas
Mengenai keaktifannya, Kodkod biasanya aktif di siang ataupun di malam hari, serta memiliki rentang masa hidup hingga 11 tahun. Hewan ini bahkan pandai dalam memanjat, dan biasanya akan berlindung di pepohonan ketika terancam ataupun pada saat beristirahat.

Adapun jarak harian yang ditempuh, mengutip dari Wildcatconservation.org, yang dilacak dengan Radio-Tracked di Torres del Paine and Queulat National Parks, yakni mencapai 1,8 km dan di maksimum 13,9 km di pantai timur laut Pulau Chiloé.

Jangkauan jelajah jantan seringkali lebih besar daripada betina, dan Kodkod biasanya memangsa mamalia kecil seperti hewan pengerat, marsupial, dan kelinci, tetapi juga burung, kadal, serta invertebrata, dan terkadang memakan bangkai, maupun unggas.

Untuk masa reproduksi, kehamilannya diperkirakan pada rentang 72–78 hari, dengan satu hingga tiga anak saat lahir, dan pada usia 24 bulan Kodkod betina sudah siap untuk menjadi indukan.

Ciri-Ciri Fisik
Terkait ciri-ciri fisiknya yakni mempunyai warna dasar yang bulunya bervariasi dari abu-abu dan kemerahan hingga krem ??atau cokelat tua, ditandai dengan bintik-bintik hitam kecil berbentuk bulat.

Selain itu, terdapat beberapa garis hitam tipis di leher dan mahkota, serta bagian bawah tubuh berwarna putih. Wajahnya memiliki ciri khas, mulai dari garis hitam melintang di pipi di bawah mata dan garis hitam tebal vertikal di kedua sisi hidung hingga ke mahkota.

Sedangkan untuk telinganya berukuran kecil dan bulat, yang bagian belakangnya berwarna kehitaman, yang ditandai dengan bintik putih di tengahnya. Sementara kakinya berukuran pendek, dengan bantalan kakinya yang cukup besar serta bertelapak hitam.

Ekornya memiliki ukuran yang pendek, yakni sekitar setengah dari panjang kepala hingga badan, dan ditandai dengan 10-12 cincin hitam yang mencolok, dengan ujung ekor berwarna hitam dan berbulu lebat.

Status
Berdasarkan data International Union for Conservation of Nature (IUCN) Red List pada tahun 2024, Kodkod diklasifikasikan sebagai Threatened Species dan masuk Least Concern (LC) dengan populasi mencapai 26.383-101.294 ekor individu dewasa.

IUCN juga menetapkan ambang batas kepadatan fungsional minimumnya yakni sebesar 0,32 individu/km², dan ini setara dengan satu individu per area jelajah sekitar 1–4 km².

 

Sumber Rujukan: 
Wild Cat Conservation (2018). Kodkod.
International Union for Conservation of Nature (IUCN) Red List (2024). Guiña.
Cat Spesialis Group (2018) Guiña.

Related News