Perkuat Produksi Bawang Putih Lomtim Digelontorkan Rp55,65 Miliar
Jagad Tani - Pengembangan kawasan penghasil bawang putih di Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, akhirnya mendapatkan gelontoran dana senilai Rp55,65 miliar dari Kementerian Pertanian (Kementan).
Bantuan dana tersebut diarahkan untuk memperluas areal tanam sekaligus memperkuat sarana produksi petani. Bahkan Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengatakan bakal memperkuat pengembangan bawang putih, termasuk memastikan kebutuhan benih.
Baca juga: Cuan Tiap Hari dari Beternak Ayam Petelur
"Benih kita upaya untuk mendukung produksi, kalau ketersediaan dalam negeri kurang kita upayakan impor," ujar Amran usai menghadiri penanaman bawang putih serentak di 17 provinsi yang dipusatkan di Sembalun, Lombok Timur, Rabu (19/8).
Selain itu, lanjutnya, dukungan di Lombok Timur meliputi pengembangan kawasan bawang putih seluas 658 ha senilai Rp52,64 miliar, serta pemberian sebanyak 15 unit irigasi perpompaan, 9 unit hand traktor, dan 17 unit pompa air. Total dukungan mencapai Rp55,65 miliar.
Bantuan tersebut jadi bagian dari penguatan produksi bawang putih nasional di tengah tingginya ketergantungan terhadap impor, sebab, produksi bawang putih dalam negeri saat ini berada di kisaran 39 ribu-40 ribu ton.
Padahal kebutuhan nasional terhadap bawang putih yakni mencapai sekitar 600 ribu ton per tahun, artinya ketergantungan Indonesia terhadap bawang putih impor, masih berada di kisaran 90-95%.
Sementara itu, Siti Hediati Hariyadi atau Titiek Soeharto selaku Ketua Komisi IV DPR RI, mengatakan bahwa Indonesia pernah mencapai masa kejayaan bawang putih pada 1994-1995. Saat itu, produksi dalam negeri mampu memenuhi kebutuhan nasional.
Menurutnya, pengalaman tersebut harus menjadi motivasi untuk kembali mengejar swasembada. "Pertanyaan sederhana kita, kita pernah swasembada, mengapa kita tidak mampu lagi untuk swasembada?," ujarnya.
Titiek menekankan jika penanaman bawang putih harus menjadi awal gerakan yang konsisten dan berkelanjutan, bukan sekadar kegiatan seremonial, dengan tetap memastikan petani memperoleh pendapatan yang layak.
Tentunya dukungan pengembangan kawasan, sarana produksi, serta ketersediaan benih, pengembangan bawang putih diharapkan dapat terus diperluas sehingga target swasembada dapat diwujudkan secara bertahap dan berkelanjutan.

