Dalam Sebulan Harga Jengkol Terpantau Naik
Jagad Tani - Dalam rentang waktu satu bulan ke belakang, kenaikan harga bukan cuma terjadi pada harga beras dan harga pakan unggas saja, akan tetapi jengkol juga turut mengalami kenaikan harga.
Menurut Ibu Ayat, salah seorang pedagang sayur di Kebon Kopi, Pondok Betung, Tangerang Selatan, kenaikan harga itu terjadi dalam waktu satu bulan terakhir.
Baca juga: Harga Bibit Ikan di Pasar Sawo Ciledug
"Sudah satu bulanlah (kenaikannya), kalau harga jengkol saat ini seprapat (seperempat kilogram atau kg) itu Rp18.000, itupun ukurannya kecil-kecil," ungkapnya kepada Jagad Tani, Jum'at (21/8).
Dilanjutkan bahwa, biasanya untuk ukuran jengkol tua yang dijual masuk ke dalam ukuran besar ataupun super, dengan harganya di hari normal biasanya Rp12.500 untuk ukuran seperempat kg.
Namun pada saat ini harga jual per kilogramnya mencapai Rp65.000. Dijelaskan bahwa pada saat ini masih belum memasuki musim panen raya, sehingga harganya masih cukup tinggi, sedangkan untuk harga jengkol muda, terbilang masih relatif terjangkau.
"Kalau jengkol muda itu harganya sekarang Rp8000, sedangkan yang jengkol tua memang lagi agak jarang, jadi agak mahal (harganya). Nanti kalau udah musimnya (panen raya) jengkol, baru harganya agak turun," jelasnya.
Terlepas dari kenaikan harga yang terjadi, jengkol sendiri merupakan salah satu komoditas pangan yang banyak dicari oleh masyarakat Indonesia, termasuk di kawasan Jabodetabek, sehingga akan banyak yang mencari komoditas ini untuk dijadikan berbagai olahan masakan.
Bukan cuma di indonesia saja, peminatnya hingga mancangara termasuk Jepang, berdasarkan data Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Sumatera Barat, pada tahun 2024 tercatat ada 25 sertifikat ekpor jengkol diterbitkan dengan volume pengiriman 4.045,92 kg.
Nilainya pun tak main-main, yakni sekitar Rp323,67 juta. Sedangkan pada tahun 2025, tercatat ada 9 sertifikat ekspor dengan volume 3.534 kg yang dikirimkan, dengan nilai komoditas mencapai Rp282,72 juta.
Sementara itu, hingga bulan Agustus 2026, setidaknya telah diterbitkan sebanyak 4 sertifikat dengan volume 767 kilogram dan nilai komoditas sekitar Rp61,63 juta.

