• 25 August 2026

Pemantauan Hutan Pinus untuk Cegah Penyebaran Fusarium

uploads/news/2026/08/pemantauan-hutan-pinus-untuk-88041e6aa01ac91.jpg

Jagad Tani - Pemantauan dan pengecekan lapangan terhadap tegakan pinus yang terindikasi terkena penyakit Fusarium, bisa menjadi upaya yang dilakukan untuk meningkatkan pengendalian kesehatan tanaman. 

Kegiatan inipun akhirnya, dilakukan oleh Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Kedu Selatan, dengan melakukan pengecekan di dua lokasi, yakni RPH Somogede BKPH Karanganyar dan RPH Sumberejo BKPH Ngadisono.

Baca juga: Pascagempa NTT, Nelayan Nagekeo Masih Belum Melaut

Kegiatan tersebut dimaksudkan untuk mengetahui kondisi tanaman secara langsung, mengidentifikasi tingkat serangan penyakit, serta menentukan langkah penanganan yang tepat untuk menjaga produktivitas dan kesehatan tegakan pinus.

Menurut Kepala Pengelolaan Hutan Wilayah II Yogyakarta, Dwi Eny Astuti, pemantauan secara berkala menjadi langkah penting dalam aksi deteksi dini terhadap gangguan kesehatan tanaman.

"Hasil pengecekan lapangan dapat menjadi bahan evaluasi sekaligus dasar dalam menentukan tindakan teknis pengendalian penyakit Fusarium," terang Dwi, saat bersama Kasi Utama Bidang Perencanaan SDH Salatiga, Akhmad Marzuki, beserta jajaran, Kamis (20/8) lalu.

Adapun untuk RPH Somogede BKPH Karanganyar, kegiatan pengecekan dilakukan di Petak 62F-1 dan 62F-2. Sementara pengecekan di RPH Sumberejo BKPH Ngadisono dilakukan di Petak 66D.

Pemeriksaan lapangan dilakukan dengan mencermati kondisi tanaman, gejala penyakit yang muncul, serta kondisi lingkungan di sekitar tegakan. Hasil pengamatan ini akan menentukan langkah penanganan dan pengendalian. 

Sementara itu, perwakilan penyadap getah pinus, Sutrisno, menyampaikan bahwa pemantauan kondisi tanaman sangat membantu para penyadap dalam mengetahui kesehatan tegakan sekaligus meningkatkan kewaspadaan terhadap tanaman yang menunjukkan gejala penyakit.

“Kami sebagai penyadap siap membantu Perhutani dalam memantau kondisi tanaman di lapangan. Jika menemukan tanaman yang menunjukkan gejala penyakit atau kondisi yang tidak normal, kami akan segera melaporkannya kepada petugas agar dapat ditindaklanjuti," ungkapnya. 

Tentunya komitmen dalam menjaga kesehatan hutan, meningkatkan kualitas pengelolaan tegakan pinus, serta memastikan keberlanjutan fungsi hutan melalui penerapan prinsip pengelolaan hutan yang lestari, harus dilakukan. 

"Kami berharap tanaman pinus tetap sehat sehingga kegiatan penyadapan dapat berjalan dengan baik dan kelestarian hutan tetap terjaga,” harap Sutrisno.

 

Related News