• 31 August 2026

Koperasi Peternak Dibukakan Akses 30.000 Bungkil Kedelai

uploads/news/2026/08/koperasi-peternak-dibukakan-akses-55784df3a71fc02.jpg

Jagad Tani - Setelah peternak ayam mengeluhkan tingginya lonjakan biaya produksi pakan, namun pada, akhirnya koperasi peternak kini mendapatkan akses untuk pembelian bungkil kedelai atau soybean meal (SBM).

Hal tersebut dijelaskan oleh Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman yang meminta untuk memperkuat perlindungan peternak, dan koperasi kini mendapatkan akses pembelian SBM melalui PT Berdikari dengan pasokan hingga 30.000 ton sampai Desember 2026.

Baca juga: Ketahanan Pangan Keluarga Ala Ibu-Ibu KWT Cimahi

Pembukaan akses dilakukan setelah Amran mendengar keluhan peternak soal  tingginya biaya produksi, termasuk harga bahan baku paka saat Rapat Koordinasi Perunggasan di Balai Besar Veteriner Farma (BBVF) Pusvetma, Surabaya, (11/8).

Tujuan pembukaan aksesnya yakni membantu koperasi yang menaungi peternak mikro dan kecil, agar mendapatkan bahan baku pakan, sekaligus memperpendek rantai distribusi.

"Kami sayang pengusaha, kami sayang peternak kecil. Kami di tengah, bagaimana tumbuh bersama," jelas Amran.

Sebagai tindak lanjut, pada (18/8) PT Berdikari dan Koperasi Produsen LPER memulai kerja sama penyediaan 5.000 ton SBM bagi peternak rakyat di berbagai daerah. Lalu pada Senin (24/8), PT Berdikari memperluas akses kerja sama.

Perluasan itu dilakukan dengan menggelar pertemuan daring bersama perwakilan koperasi peternak dari berbagai daerah untuk membahas mekanisme pembelian SBM secara langsung, khususnya koperasi yang menaungi peternak mikro dan kecil.

PT Berdikari menyatakan siap menyediakan 30.000 ton SBM sampai Desember 2026 buat koperasi peternak. Dari total itu, sebanyak 20.000 ton disiapkan melalui titik pengambilan di Cigading, Banten, sedangkan 10.000 ton lainnya melalui Teluk Lamong, Surabaya.

Mengenai ketersediaan SBM dalam kemasan karung 50 kilogram, harga yang disampaikan dalam rapat yakni sebesar Rp8.630 per kilogram loco gudang, atau barang berada di atas truk pada titik pengambilan.

Menurut Eti Marlina, Ketua Koperasi Bina Peternak Karya Bersama (BPKB), kepastian memperoleh SBM melalui mekanisme koperasi dapat membantu peternak mikro dan kecil yang sangat sensitif terhadap perubahan biaya pakan.

Harganya pun berada di bawah Rp9.200-Rp9.700 per kilogram, yakni harga yang sebelumnya dikeluhkan oleh peternak pada awal Agustus. Meski harga akhir di koperasi tetap dipengaruhi lokasi dan biaya distribusi, skema ini memberi alternatif pasokan bagi peternak.

"Kami berharap akses pembelian SBM melalui PT Berdikari ini benar-benar dapat dimanfaatkan koperasi peternak mikro dan kecil," terang Eti Marlina.

Mekanisme pembelian lebih ringan, dan pihak koperasi tidak diwajibkan membayar uang muka atau down payment (DP). Koperasi cukup menyampaikan kebutuhan anggotanya hingga Desember 2026, dan pengambilan dilakukan secara bertahap sesuai purchase order (PO).

"Dengan adanya akses langsung, koperasi bisa mengonsolidasikan kebutuhan anggotanya sehingga pasokan bahan baku pakan lebih terjamin dan beban biaya pakan peternak dapat ditekan," imbbuhnya.

Sementara itu, Dheni Kamavina, General Manager Sales and Marketing PT Berdikari, mekanisme tersebut dibuat agar koperasi dapat memperoleh SBM sesuai kebutuhan riil anggotanya.

"Kami memfasilitasi koperasi yang membutuhkan SBM atau bungkil kacang kedelai melalui PT Berdikari. Koperasi dapat menyampaikan kebutuhan sampai dengan Desember 2026, kemudian pengambilan dilakukan berdasarkan PO," jelas Dheni.

Dilanjutkan bahwa, mekanisme melalui koperasi membuat kebutuhan peternak mikro dan kecil dapat dikonsolidasikan. Dengan volume pembelian yang terkumpul, koperasi memiliki akses pasokan yang lebih pasti dan terencana.

Kebijakan tersebut dinilai sebagai bagian dari upaya penanganan persoalan perunggasan secara menyeluruh. Pengendalian biaya produksi melalui penyediaan bahan baku pakan berjalan beriringan dengan penguatan penyerapan hasil produksi peternakan.

 

Related News