• 2 September 2026

Meluasnya Karhutla, BKSDA Kalbar Perkuat Perlindungan Orangutan

uploads/news/2026/09/meluasnya-karhutla-bksda-kalbar-312462b93f82a52.jpeg

Jagad Tani - Di tengah meningkatnya ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) selama musim kemarau yang terjadi di Kalimantan, membuat Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat memprioritaskan perlindungan orangutan beserta habitatnya.

"Upaya perlindungan dan pelestarian orangutan beserta habitatnya menjadi salah satu prioritas BKSDA Kalimantan Barat," ungkap Imam Setyo Hartanto, Kepala Subbagian Tata Usaha BKSDA Kalimantan Barat (Kalbar), dilansir dari Antara Rabu (2/9).

Baca juga: Sapi Pedet Lahir, Harapan di Kepungan Asap

Dilanjutkan bahwa untuk memastikan keselamatan satwa dilindungi dari dampak puncak musim kemarau dan potensi gangguan habitat, petugas di lapangan terus melakukan pemadaman di area kebakaran hutan dan lahan.

Imam mengatakan jika pihak BKSDA Kalbar menyiapkan langkah penyelamatan dan translokasi terhadap orangutan yang terdampak maupun terancam akibat kebakaran hutan dan lahan.

"Karhutla tidak hanya berdampak terhadap kerusakan tutupan hutan, tetapi juga mengancam keselamatan satwa liar serta mempersempit ruang jelajah dan sumber pakan orangutan," jelasnya.

Pihak BKSDA Kalbar sebelumnya juga melakukan penyelamatan orangutan dari kawasan terdampak kebakaran di Kabupaten Ketapang sebagai bagian dari mitigasi ancaman karhutla terhadap satwa dilindungi.

Kebakaran dan fragmentasi habitat dinilai dapat mendorong orangutan keluar dari kawasan hutan dan meningkatkan potensi konflik dengan manusia. 

Adapun penanganan ancaman terhadap orangutan tidak dapat dilakukan oleh pemerintah sendiri sehingga diperlukan keterlibatan masyarakat adat, komunitas lokal, akademisi, dunia usaha, dan organisasi masyarakat sipil.

"Konservasi orangutan di tengah ancaman degradasi habitat dan bencana kebakaran hutan dan lahan perlu melibatkan dukungan dari berbagai pihak. Peningkatan kapasitas masyarakat adat dan komunitas lokal juga menjadi fondasi bagi keberhasilan rencana konservasi dan pengelolaan kawasan secara berkelanjutan," tuturnya.

Menurutnya, Kalimantan Barat merupakan salah satu wilayah penting bagi konservasi orangutan karena menjadi habitat dua subspesies, yakni Pongo pygmaeus wurmbii dan Pongo pygmaeus pygmaeus.

Untuk Kabupaten Kapuas Hulu, populasi Pongo pygmaeus pygmaeus (masyarakat Dayak setempat menamainya "Mayas") sebarannya ada di Taman Nasional Danau Sentarum, Taman Nasional Betung Kerihun, Koridor Labian-Leboyan, hingga bentang alam yang terhubung dengan Batang Ai-Lanjak Entimau di Sarawak, Malaysia.

Dalam dokumen Analisis Kelangsungan Hidup Habitat dan Populasi (Population and Habitat Viability Analysis/PHVA) Orangutan 2016, populasi Pongo pygmaeus pygmaeus, diperkirakan hanya tersisa sekitar 4.520 individu, dengan sekitar 2.470 individu dilaporkan berada di Kabupaten Kapuas Hulu.

Untan Riyandi, Akademisi Jurusan Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam mengatakan orangutan memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem, karena merupakan salah satu spesies payung (umbrella species) yang membutuhkan wilayah jelajah dan habitat luas.

Upaya perlindungan habitat dan pengendalian karhutla dinilai harus berjalan bersamaan, sebab dapat mengancam keberadaan satwa liar, merusak sumber pakan, dan meningkatkan tekanan terhadap populasi orangutan yang telah mengalami penurunan akibat degradasi dan fragmentasi habitat.

Related News