Penanaman Padi dalam Pot, Solusi Pertanian Pekotaan
Jagad Tani - Inovasi penanaman padi dalam pot (Padi Pot) di Kelurahan Randuacir, Kecamatan Argomulyo, Kota Salatiga, menjadi salah satu upaya pemanfaatan lahan terbatas oleh warga, yang memperkuat ketahanan pangan perkotaan.
Menurut Robby Hernawan, selaku Wali Kota Salatiga, hasil yang terlihat di sejumlah titik rumah warga cukup menjanjikan. Tanaman padi tumbuh baik dengan bulir yang besar dan mulai memasuki masa panen.
Baca juga: Harga Cabai Naik, Ini Strategi yang Diterapkan
“Pada sore hari ini saya berkesempatan melihat karya ibu-ibu menanam padi dalam pot. Ternyata hasilnya cukup baik, bulirnya besar-besar dan sebentar lagi sudah waktunya panen,” ujar Robby dikutip Sabtu (11/9).
Lebih lanjut, Robby turut mengapresiasi hasil kreativitas dan semangat warga, khususnya ibu-ibu rumah tangga, yang mampu membudidayakan padi di lahan terbatas. Misalnya di kediaman Bu Nunuk, Bu Sarofah, dan Ketua RT Agus Dipo Supriyono.
Dalam peninjauannya, Robby melihat adanya perbedaan pertumbuhan tanaman di beberapa lokasi. Hal itu menurutnya jadi bahan evaluasi untuk menyamakan pola perawatan agar hasil Padi Pot ke depan dapat lebih optimal dan seragam.
Adapun penyamaan prosedur, bisa dimulai dari pengaturan paparan sinar matahari, kondisi media tanam, hingga pola penyemprotan biometa. Melalui pola perawatan yang terukur, produktivitas Padi Pot diharapkan bisa semakin membaik.
“Kalau prosedurnya sudah sama, nanti kita sosialisasikan. Penyemprotan biometa cukup lima hari sekali dan tidak perlu menggunakan air. Insyaallah hasilnya akan lebih baik,” terangnya.
Ke depannya, Robby juga berharap agar Padi Pot ini tidak berhenti sebagai inovasi di sejumlah titik saja, akan tetapi harus bisa terus berkembang menjadi gerakan bersama masyarakat.
Iapun turut mengatakan bahwa Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kota Salatiga akan didorong menjadi salah satu penggerak, dengan dukungan teknis dari Dinas Pangan dan Pertanian.
Bukan cuma melalui media pot, pemanfaatan penanaman di lahan kering dan lahan yang belum produktif juga dinilai akan terus dikembangkan demi mendukung produksi pangan di Kota Salatiga.
“Kita memang tidak mempunyai lahan yang luas, tetapi Insyaallah dengan inovasi dan gerakan bersama, ketahanan pangan Kota Salatiga, khususnya beras, bisa terus kita perkuat,” pungkas Robby.

