• 21 September 2026

Segini Harga Bahan Pokok Pasar Potrojayan Sleman

uploads/news/2026/09/segini-harga-bahan-pokok-972962f9e63d52b.jpg

Jagad Tani - Stabilitas harga barang kebutuhan pokok (bapok) melalui kebijakan penetapan Harga Eceran Tertinggi (HET) dan Harga Acuan (HA), berperan sebagai titik keseimbangan produsen dan konsumen untuk memperoleh harga yang layak.

Menurut Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso (Busan) keseimbangan harga tersebut dinilai berguna, supaya produsen bisa terus berproduksi, sedangkan konsumen bisa terjaga daya belinya.

Baca juga: Penarikan Beras Fortifikasi, Stok Beras Cipinang Aman

Dijelaskan pula bahwa, HET dan HA ditetapkan dengan memperhitungkan biaya produksi, biaya distribusi, dan harga jual, sehingga para pedagang dapat terus menjalankan usahanya. 

“HET atau HA menjadi titik temu antara produsen dan konsumen. Harga yang terlalu rendah dapat menekan produsen dan mengurangi insentif produksi jangka panjang. Di sisi lain, harga harus berada di tingkat yang wajar agar konsumen tidak dirugikan,” ujar Busan.

Usai memantau harga dan ketersediaan bapok di Pasar Potrojayan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, pada Senin, (21/9) Busan menyampaikan, kondisi pasokan dan harga komoditas bapok terpantau relatif memadai dan harga terkendali. 

Berdasarkan pantauan, harga sejumlah komoditas berada di bawah kisaran HET dan HA, untuk daging ayam ras Rp38.000/kg, telur ayam ras Rp26.000/kg, bawang merah Rp30.000/kg, bawang putih honan Rp30.000/kg, dan cabai merah keriting Rp45.000/kg.

Adapun beras SPHP Bulog Rp12.500/kg, Minyakita di beberapa pedagang di pasar dengan harga Rp15.700/liter, minyak goreng curah Rp18.400/liter, minyak goreng kemasan premium Rp24.000/liter, tepung terigu Rp12.000/kg, dan cabai merah besar Rp45.000/kg.

Sementara itu, untuk harga beras medium tercatat sebesar Rp14.000/kg, beras premium Rp15.000/kg, gula pasir Rp18.000/kg, daging sapi Rp150.000/kg, dan cabai rawit merah Rp65.000/kg.

Dalam menjaga ketersediaan dan keseimbangan harga bapok, Busan menilai Kementerian Perdagangan dan Pemerintah Daerah terus memantau perkembangan harga melalui Sistem Pemantauan Pasar Kebutuhan Pokok (SP2KP) Kemendag.

Hasil pantauan SP2KP jadi rujukan dalam upaya pengendalian inflasi daerah sekaligus menjadi sistem peringatan dini dalam pengendalian pasokan dan harga bapok di seluruh daerah, dan koordinasi dilakukan untuk memastikan setiap perkembangan harga dan pasokan di masing-masing daerah. 

Menurut salah satu pedagang kelontong Pasar Potrojayan, Nur, pasokan bapok yang dijual di tokonya cukup dan harga stabil. Saat ini, telur di tokonya turun di kisaran harga Rp24.000–25.000/kg. “Inginnya sih harga-harga bisa turun agar makin terjangkau,” ungkap Nur.

Pedagang ayam, Gianto, berharap pasokan dan harga bapok dapat terus terjaga stabil. “Harapannya, harga kalau bisa stabil dan bisa disamakan, agar kebutuhan kalangan menengah dan kalangan bawah semua bisa terpenuhi,” kata Gianto.

Sementara Sukirman, pedagang beras di Pasar Potrojayan, mengaku harga beras saat ini stabil. Harga beras SPHP dari BULOG di tokonya dijual di harga Rp12.500/kg. “Pasokan lancar, tidak ada halangan apa-apa. Harapannya, pasokan bisa terus lancar,” tukas Sukirman.

Related News