Jejak yang Tak Bertepi: M. Bagus Khoirunnas
Jagad Tani - Muhammad Bagus Khoirunnas merupakan satu dari lima jurnalis, dua orang awak kapal, serta seorang pemandu yang menghilang saat ingin meliput erupsi di Gunung Anak Krakatau (GAK), yang berada di perairan Selat Sunda.
Bagus merupakan jurnalis pewarta foto di Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) ANTARA, yang berada di atas kapal KM Aruphadatu I, dan dilaporkan hilang kontak pada Senin (7/9/2026) pukul 14.00 WIB setelah bertolak dari Dermaga Pagedongan, Kecamatan Carita, Pandeglang, Banten.
Baca juga: Gunakan Jaring Crawl, Nelayan Pasuruan Diamankan
Merujuk pada laporan Antara, Bagus dikenal sebagai sosok yang memiliki etos kerja tinggi, sekaligus jurnalis berprestasi. Terbukti pada gelaran Anugrah Pewarta Foto Indonesia (APFI) 2025, di Loji Gandrung, Solo, Jawa Tengah, yang digelar oleh organisasi Pewarta Foto Indonesia (PFI), Bagus menyabet satu penghargaan.
Lewat ajang tersebut, ia berhasil menjuarai foto esai untuk kategori General News, lewat karyanya yang berjudul "Pesta Demokrasi dengan Balutan Tradisi Badui" yang peliputannya dilakukan di pedalaman Badui saat perhelatan Pemilu 2024, dan melihat antusiasme masyarakat Badui saat ikut menyukseskan Pemilu.
Dalam ingatan Audindra, jurnalis Banten News yang bersahabat dengan Bagus pada rentang waktu tiga tahun terakhir, bercerita bahwa sosok tersebut merupakan orang yang bermental baja, dan tidak suka menunda pekerjaan.
Bahkan pada saat terjadi bencana seperti banjir, hingga sekolah roboh, Bagus langsung terjun ke lokasi. Sehingga karya-karya jurnalistik miliknya seringkali nampang di portal berita nasional maupun internasional, berkat keberanian dan akurasi fotonya yang presisi.
"Orangnya berani gitu, kalau misalkan banjir pun dia nggak cuma di pinggiran, tapi benar-benar nyemplung nyari spot yang bagus. Walaupun memang secara lokasi agak bahaya, ya orangnya berani, jadi karyanya bagus didukung sikap profesional tadi," ujar Audindra sebagaimana dikutip dari Antara, Selasa (22/9).
Sementara itu, Ayah Bagus, yakni Mansyur, menyebutkan bahwa putra semata wayangnya tersebut ialah orang yang memiliki etos kerja yang tinggi alias pekerja keras, dan sudah menghasilkan banyak karya jurnalistik sejak bergabung ke Antara pada tahun 2018 lalu.
"Dia ini sosoknya emang pekerja keras. Dari dulu, mau kondisi apapun, dia ke lokasi buat foto," ujar Mansyur yang hingga kini, masih berharap agar proses pencarian terhadap Bagus dan rekan-rekannya dapat terus dilakukan.
Setelah dilakukan operasi pencarian gabungan oleh Tim SAR yang telah berlangsung selama 10 hari sejak kehilangan kontak, pada akhirnya Biro Antara Banten menyiapkan ruang khusus untuk mengabadikan nama dan karya jurnalistik Bagus selama menjalankan tugas sebagai pewarta foto.
Menurut Virgandhi Prayudantoro, selaku Direktur Pemberitaan LKBN Antara , ruang bernama M. Bagus Khoirunnas disiapkan sebagai bentuk penghargaan selama delapan tahun pengabdian Bagus di Antara. Selain tempat menyimpan karya Bagus, tempat itu juga bakal dimanfaatkan sebagai ruang kegiatan jurnalistik, mulai dari pelatihan, diskusi hingga pengembangan karya.
“Kami menginisiasi salah satu ruangan yang nantinya bernama ruang rapat ataupun ruang berkreasi dengan nama M. Bagus Khoirunnas,” ujar Virgandhi, Senin, 21 September 2026. “Kami berharap tempat ini nantinya menjadi salah satu laboratorium untuk para jurnalis yang ada di Banten, mau di internal maupun eksternal."
Jejak karya Bagus sebagai pewarta foto mungkin masih akan terus berlayar, lewat karya dan cerita yang tidak sedikit. Bahkan kenangan tentangnya masih akan terus ada melalui karya-karya foto jurnalistik yang pernah ia buat.

