• 25 September 2026

Cara Mengurangi Stres Akar Melon Saat Kemarau

uploads/news/2026/09/cara-mengurangi-stres-akar-170708328627530.jpeg

Jagad Tani - Ada banyak faktor yang memengaruhi stres pada akar tanaman melon, salah satunya akibat suhu panas dalam Greenhouse (GH) pada saat siang hari di musim kemarau, serta kurangnnya pasokan air yang didapat ketika suhu sedang panas. 

Kondisi tersebut tentunya harus dipertimbangkan oleh seorang petani maupun pembudidaya melon, agar produktivitas tanamannya bisa terus terjaga, meskipun sedang dilanda oleh kondisi cuaca yang ekstrem.

Baca juga: Tips Agar Petani Siap Menghadapi Musim Kemarau

Rifqi Luthfiandi selaku penanggung jawab produksi di Sekala Farm menjelaskan bahwa untuk menghadapi cuaca panas di musim kemarau saat siang hari, yang turut mempengaruhi suhu di dalam GH, maka peran air sangat dibutuhkan dalam menjaga kelembapan. 

"Karena kalau dari segi air saja kurang, buat pertumbuhan ke atas kan pasti juga kurang. Pemberian nutrisinya juga harus presisi, jadi air dan nutrisi itu harus presisi juga, karena akan berpengaruh buat pertumbuhan tanaman," ungkap Rifqi kepada Jagad Tani Jumat (25/9).

Dilanjutkan bahwa, untuk menghadapi musim pancaroba dan kemarau panjang, trik penyiraman memang dibutuhkan agar tidak terjadinya stre pada akar tanaman, sebab tantangannya memang berada pada kondisi suhu cuaca yang jauh lebih panas.

"Biasanya kita siasati (untuk menghadapi suhu panas dalam GH di musim kemarau), misal di satu hari untuk satu tanaman itu butuh satu liter air, maka di pagi hari itu sudah mulai banyakin di penyiramannya," jelasnya di GH yang berada di Pagedangan, Kabupaten Tangerang.

Rifqi menambahkan dalam rentang waktu jam 07.00-11.00 WIB sudah dilakukan penyiraman sekitar 70% dari satu liter air untuk kebutuhan tanaman melon, dan 30% dari sisa kebutuhan air tanaman dilakukan setelah jam sebelas siang.

"Jadi di waktu siang, si tanaman kondisinya sudah lembab medianya. Sehingga waktu lagi puncak-puncaknya panas, dia sudah lembab dingin, jadi nggak akan membuat stres si akar tanaman," terangnya.

Peranan air di tengah cuaca panas pada musim kemarau dinilai sangat vital dalam menjaga suhu ruangan dalam GH. Oleh karena itu, kelembapan lingkungan sangat dibutuhkan.

Bahkan dicontohkan, untuk GH yang sudah mempunyai otomatisasi, semua sudah memiliki sprinkle, sehingga pada saat suhu di dalam GH tinggi, dia akan otomatis menyala untuk mendinginkan ruangan.

"Biar mengembun (lembab di dalam GH), misting kalau biasa kita menyebutnya. Jadi langsung mengembun, dan suhunya langsung akan turun, kalau misalkan CO2-nya kurang, dia juga akan langsung menyemprot CO2," imbuhnya.

Related News