• 25 September 2026

Sejumlah Daerah Bakal Gelar Vaksinasi Hewan Gratis

uploads/news/2026/09/sejumlah-daerah-bakal-gelar-5162377d1014021.jpeg

Jagad Tani - Upaya melindungi sekaligus mencegah hewan peliharaan dari rabies kian digencarkan pada Bulan Bakti Peternakan ke-190 dan Hari Rabies Sedunia 2026.

Bahkan Unit Pelaksana Teknis (UPT) di bawah Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) Kementerian Pertanian (Kementan) menggelar rangkaian vaksinasi rabies gratis dan layanan kesehatan hewan di sejumlah daerah.

Baca juga: Tips Agar Petani Siap Menghadapi Musim Kemarau

Selain layanan vaksinasi, Hari Rabies Sedunia yang diperingati setiap 28 September ini, pada tahun 2026 mengusung tema “Stronger Together”, yang menekankan kolaborasi antara masyarakat, tenaga veteriner, pemerintah, dan banyak pihak untuk pengendalian rabies.

Menurut Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan, Agung Suganda, vaksinasi hewan merupakan langkah penting untuk memutus rantai penularan rabies sekaligus melindungi kesehatan masyarakat.

Hal tersebut dikarenakan rabies merupakan penyakit zoonosis, sehingga upaya pencegahannya membutuhkan keterlibatan sektor kesehatan hewan dan masyarakat secara bersamaan.

“Pencegahan rabies harus kita lakukan dari sumbernya, salah satunya melalui peningkatan cakupan vaksinasi Hewan Pembawa Rabies,” ujar Agung Suganda dalam keterangan tertulisnya, Rabu (23/9).

Dilanjutkan bahwa selain vaksinasi gratis, kegiatan di sejumlah daerah juga dilengkapi dengan pemeriksaan kesehatan, pengobatan, konsultasi, serta Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) mengenai rabies dan cara merawat hewan secara bertanggung jawab.

Di Sumatera Barat melalui Balai Veteriner Bukittinggi, tersedia vaksinasi, pengobatan, dan KIE rabies secara gratis bagi pemilik hewan. Pelayanan dilaksanakan di halaman Balai Veteriner Bukittinggi dan Lapangan Cindua Mato Batusangkar pada 27–29 September 2026.

Layanan serupa juga digelar Balai Veteriner Subang bersama Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Karawang, layanan diberikan kepada berbagai jenis Hewan Pembawa Rabies (HPR), mulai dari kucing, anjing, musang hingga kera.

Kegiatan tersebut juga dilengkapi dengan berbagai layanan seperti pengobatan hewan, pemeriksaan kesehatan, konsultasi, serta edukasi bagi pemilik hewan.

Adapun Balai Veteriner Lampung juga menggelar vaksinasi gratis dalam rangka World Rabies Day 2026. Selain vaksinasi pada 27 September 2026, masyarakat bisa memperoleh edukasi perawatan hewan dan konsultasi kesehatan melalui Lapak Kesehatan Hewan.

Sementara itu di Sumatera Utara vaksinasi rabies massal secara serentak di seluruh kabupaten/kota di Sumatera Utara dengan menyasar 15.000 HPR, untuk memperluas cakupan perlindungan hewan sekaligus mendukung target bebas rabies.

Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution mengatakan sekitar 80% hewan peliharaan di Sumatera Utara ditargetkan dapat vaksinasi sebagai bagian dari upaya mewujudkan daerah tersebut bebas rabies.

Upaya itu diperkuat dengan penanganan kasus gigitan HPR, dengan indikator tata laksana sesuai standar yang telah mencapai 96 persen di 30 kabupaten/kota se-Sumatera Utara.

"Vaksinasi menjadi langkah penting untuk mengantisipasi penyebaran rabies sekaligus mencegah terjadinya gigitan HPR. Hal tersebut semakin penting karena manusia hidup berdampingan dengan hewan peliharaan dalam kehidupan sehari-hari,' terangnya.

Dilanjutkan bahwa, perhatian terhadap vaksinasi juga perlu diperkuat di kawasan wisata, sebab pencegahan gigitan HPR tidak hanya berkaitan dengan kesehatan masyarakat, tapi juga penting untuk menjaga kenyamanan wisatawan dan citra pariwisata Sumatera Utara.

“Karena kita berdampingan dengan hewan, dan perlu divaksinasi. Kita perlu memvaksinasi seluruh hewan di daerah wisata agar tidak ada wisatawan tergigit dan mengganggu kenyamanan wisata,” sambung Bobby.

Peringatan Bulan Bakti Peternakan dan Hari Rabies Sedunia 2026 di Sumatera Utara dipusatkan di Lapangan Astaka, Medan, pada 26–27 September 2026 dan bakal membidik rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) kategori vaksinasi rabies terbanyak tingkat provinsi.

Arif Hukmi, yang merupakan Kepala Balai Veteriner Medan, mengatakan target 15.000 HPR itu jadi momentum untuk memperluas cakupan vaksinasi sekaligus memperkuat koordinasi pengendalian rabies di Sumatera Utara.

“Target 15.000 HPR ini bukan sekadar angka, tetapi bagian dari upaya memperluas perlindungan terhadap hewan dan masyarakat,” ujar Arif.

Bahkan Arif menilai jika keberhasilan pengendalian rabies tidak cukup hanya mengandalkan kegiatan vaksinasi, tetapi juga membutuhkan edukasi, pemantauan kesehatan hewan, keterlibatan aktif pemilik hewan, serta kolaborasi antar pihak.

"Karena itu, kolaborasi antara pemerintah, tenaga veteriner, organisasi profesi, dan pemilik hewan menjadi sangat penting untuk memastikan vaksinasi berjalan optimal," tukasnya.

Related News