• 5 October 2026

Pembudidaya Tanah Bumbu, Terima Hibab Udang Windu

Jagad Tani - Sektor perikanan budidaya jadi salah satu penggerak ekonomi masyarakat di Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan, dan melalui bantuan hibah sarana budidaya udang windu, sektor tesebut bisa diperkuat. 

Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (Dislautkan) Provinsi Kalimantan Selatan, Rusdi Hartono, demi memperkuat produktivitas masyarakat, khususnya para pelaku usaha perikanan budidaya.

Baca juga: Berdayakan Perempuan, Muhammadiyah Didorong Kembangkan Hutan Wakaf

Menurutnya, pengembangan sektor kelautan dan perikanan diharapkan bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan memperkuat ekonomi daerah sebagai bagian penting dalam pembangunan Banua.

"Kita ingin potensi perikanan yang dimiliki daerah benar-benar memberikan nilai tambah dan berdampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ungkap Rusdi dalam keterangan resmi, Senin (5/10).

Kabupaten Tanah Bumbu dinilai mempunyai potensi besar untuk pengembangan perikanan budidaya, termasuk komoditas udang windu. Potensi ini perlu didorong lewat dukungan sarana produksi, pendampingan, peningkatan kapasitas pembudidaya, dan sinergi antar pihak.

“Udang windu memiliki potensi ekonomi yang besar. Dengan pengelolaan yang baik, teknologi budidaya yang tepat dan pendampingan yang berkelanjutan, kita berharap produksi dapat meningkat dan usaha kelompok pembudidaya semakin kuat,” terangnya.

Rusdi menilai bantuan kepada tiga kelompok pembudidaya ikan ini tidak hanya berhenti sebagai bantuan, tetapi bisa menjadi pemicu untuk berkembangnya usaha budidaya yang bisa berjalan secara mandiri.

“Kita ingin kelompok-kelompok pembudidaya ini semakin mandiri. Produksinya meningkat, usahanya berkembang, kemudian mampu menciptakan perputaran ekonomi di masyarakat. Ini yang menjadi tujuan utama kita,” lanjutnya.

Bantuan ini bakal diikuti pendampingan serta penguatan kapasitas kelompok, pihak penyuluh dinilai memiliki peranan penting dalam memastikan teknologi dan tata kelola budidaya diterapkan dengan baik, sehingga bantuan yang diberikan benar-benar bermanfaat.

Ketiga kelompok penerima bantuan ini diharapkan bisa memanfaatkan sarana budidaya secara optimal dan menjaga keberlanjutan usaha dengan menerapkan prinsip budidaya yang baik serta memperhatikan kelestarian lingkungan.

“Harapan kita, dari bantuan ini lahir usaha budidaya yang produktif, mandiri dan berkelanjutan. Kalau produksi meningkat, pendapatan pembudidaya meningkat, maka pada akhirnya ekonomi masyarakat juga ikut bergerak,” pungkasnya.

Related News