• 7 October 2026

Fenomena Langka Ubur-Ubur Melimpah Dua Bulan Berturut-Turut

uploads/news/2026/10/fenomena-langka-ubur-ubur-melimpah-892373674a03702.jpeg

Jagad Tani - Di perairan Cilacap, terdapat fenomena melimpahnya ubur-ubur, dan masih terus berlangsung hingga memasuki bulan kedua. Kondisi cuaca yang cerah, membuat ratusan nelayan terus memanen komoditas ini setiap hari demi menopang perekonomian keluarga.

Tentunya keberadaan ubur-ubur di wilayah perairan terbilang cukup lama dibandingkan periode musim tahun-tahun sebelumnya. Kondisi cuaca terik matahari dan minimnya curah hujan, menjadi salah satu faktor kemunculan ubur-ubur di permukaan laut.

Baca juga: Putri Malu: Gulma di Indonesia, Jadi Berlian di Eropa-AS

Adapun aktivitas pembongkaran hasil tangkapan berada di sekitar titik penampungan dan dermaga Cilacap. Melansir laporan Pemerintah kabupaten (Pemkab) Cilacap melalui Bercahaya FM, sekitar 10 lapak penerimaan disiagakan untuk menampung pasokan dari sekitar 500 nelayan.

“Satu lapak rata-rata menampung armada hingga 50 perahu, dengan target pengolahan harian mencapai 50 hingga 80 ton ubur-ubur,” jelas Supri, salah satu pengelola lapak penerimaan ubur-ubur di Cilacap, Rabu (07/10).

Menurutnya, hasil tangkapan para nelayan yang melaut rata-rata mencapai tonase yang cukup tinggi dalam sekali trip. Rata-rata setiap perahu nelayan mampu membawa pulang sekitar 2 ton ubur-ubur segar.

“Rata-rata ada yang 2 ton, 2 ton-an. 3 ton, rata-rata 2 ton,” paparnya.

Dengan tingkat harga beli yang berada di kisaran Rp800 per kilogram, kelangsungan musim panen ubur-ubur ini menjadi tumpuan utama penopang ekonomi keluarga nelayan Cilacap sebelum memasuki perubahan musim berikutnya.

“Kalau ini sudah mau dua bulan. Ini bisa sampai satu tahun kalau terang terus ubur-uburnya masih ada, kalau hujan hilang. Karena ini baru ada pemasukan buat nelayan,” imbuhnya.

 

Related News