• 8 October 2026

Kelurahan Buluran Disiapkan Menjadi Kampung Pangan Terpadu

uploads/news/2026/10/kelurahan-buluran-disiapkan-menjadi-40589a3dd76b58e.jpg

Jagad Tani - Kampung Pangan Terpadu di Kelurahan Buluran Kenali, Kota Jambi, bakal dikembangkan. Hal ini ditandai dengan pencanangan agrowisata tanaman kacang koro serta penyerahan 50 kilogram benih kacang koro, 30.000 ekor benih ikan nila, dan 360 bibit pohon.

Menurut Sekretaris Utama Badan Karantina Indonesia (Barantin) Shahandra Hanitiyo, Kampung Pangan Terpadu bukan cuma ditujukan sebagai kawasan produksi untuk mengembangkan potensi pangan lokal, tetapi juga sebagai ruang edukasi dan peningkatan ekonomi masyarakat.

Baca juga: Putri Malu: Gulma di Indonesia, Jadi Berlian di Eropa-AS

“Hari ini kita tidak hanya mencanangkan sebuah kawasan, tetapi juga mencanangkan sebuah harapan untuk memperkuat ketahanan pangan, mengembangkan potensi daerah, dan meningkatkan perekonomian masyarakat,” ujar Shahandra Rabu (7/10).

Untuk benih ikan nila, diperoleh dari Balai Perikanan Budidaya Air Tawar Sungai Gelam, sedangkan bibit pohon didukung oleh Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai Batanghari. Seluruh bantuan dinilai sudah melewati pemeriksaan dan pengujian laboratorium karantina serta dinyatakan lolos uji.

Dilanjutkan Shahandra, konsep Kampung Pangan Terpadu tersebut merupakan gabungan dari berbagai komoditas pangan ke dalam satu kawasan, mulai dari tanaman, ikan, ternak, lingkungan, hingga keterlibatan masyarakat.

“Kami berharap kawasan ini dapat menjadi ruang produksi sekaligus edukasi dan inovasi pangan bagi masyarakat dan generasi muda,” ungkapnya.

Pengembangan kacang koro dinilai jadi upaya memperkuat pemanfaatan komoditas pangan lokal, dengan menggandeng Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI), Perhimpunan Pembudidaya Tanaman Koro Indonesia (PAPTAKI), kelompok tani, serta sejumlah pihak untuk mengembangkan kawasan secara berkelanjutan.

Sementara itu, Gubernur Jambi Al Haris mengapresiasi kolaborasi lintas sektor tersebut dan berharap kawasan pangan terpadu dapat mengoptimalkan potensi lokal sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat..

"Kampung Pangan Terpadu diharapkan tidak hanya menghasilkan komoditas pangan, tetapi juga berkembang menjadi ruang pembelajaran bagi masyarakat dan generasi muda mengenai produksi pangan, budidaya, lingkungan, serta pemanfaatan komoditas lokal secara berkelanjutan," tukasnya. 

Related News