• 9 October 2026

Nilai Ekspor Perikanan Maluku Tembus USD40,8 juta

uploads/news/2026/10/nilai-ekspor-perikanan-maluku-423987c96b987f6.jpg

Jagad Tani - Sepanjang periode 1 Januari - 23 September 2026, nilai ekspor perikanan Maluku mencapai Rp700 miliar (USD40,8 juta), dan memberi kontribusi bagi perekonomian daerah serta berhasil menyerap 1.102 orang tenaga kerja di sektor perikanan.

Plt. Kepala Badan Pengendalian dan Pengawasan Mutu Hasil Kelautan dan Perikanan (Badan Mutu KKP) Ishartini menjelaskan, wilayah yang berjuluk Lumbung Ikan Nasional ini mampu menghasilkan produk perikanan yang dihasilkan memenuhi standar global. 

Baca juga: Langkah Pengawasan Kejar Keseimbangan Harga Telur Peternak

"Dengan menjamin mutu dari mulai hulu sampai hilir," jelasnya Rabu (7/10). "Sehingga komoditas perikanan yang akan masuk rantai pasok domestik maupun ekspor khususnya, telah memenuhi standar global baik dari sisi kualitas maupun keamanan pangan atau food safety."

Dalam rinciannya, Ishartini mengatakan bila ekspor perikanan senilai Rp700 Miliar itu volumenya mencapai 9675,8 ton, yang terdiri dari tiga komoditas utama tuna, udang vannamei, dan ikan julung-julung.

Adapun negara-negara tujuan utama ekspor perikanan dari Maluku, di antaranya meliputi Republik Rakyat Tiongkok (RRT), Singapura, Jepang, Amerika Serikat (AS), Vietnam, Arab Saudi, Malaysia dan Korea.

Produk perikanan yang diekspor merupakan hasil dari produksi 18 Unit Pengolahan Ikan (UP) pemegang sertifikat Hazard Analysis Critical Control Point (HACCP), yang sudah terdaftar di negara tujuan.

"Seluruh ikan yang ekspor disertifikasi oleh Badan Mutu dan mendapatkan SMKHP (Sertifikat Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan) sebagai dokumen mutu yang dipersyaratkan di negara tujuan,” tutup Ishartini.

Bahkan sebelumnya, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono meminta Badan Mutu KKP untuk lebih aktif turun ke rantai-rantai produksi melakukan sertifikasi, sehingga jaminan mutu hasil perikanan dari hulu sampai hilir mampu berdaya saing. 

Related News