• 10 October 2026

Cegah Spesies Invasif, Eceng Gondok Sungai Kuala Alam Dibersihkan

uploads/news/2026/10/cegah-spesies-invasif-eceng-15388f020dc5e2d.jpg

Jagad Tani - Salah satu upaya mengendalikan tanaman invasif yang pertumbuhannya berpotensi mengganggu keseimbangan ekosistem perairan, eceng gondok di Sungai Kuala Alam, kawasan Kelurahan Penurunan, Kecamatan Ratu Samban, Kota Bengkulu, dibersihkan Jumat (9/10). 

Kepala Karantina Bengkulu Betty Fajarwati mengatakan, eceng gondok dapat berkembang cepat dan menutupi permukaan air apabila tidak dikendalikan. “Jenis asing invasif ini kalau tidak dikendalikan bisa mengganggu ekosistem. Jadi dengan kita bersihkan, aliran air menjadi lancar kembali,” ujarnya.

Baca juga: Dampak Mengerikan Karhutla, Satwa Endemik Kalimantan Bisa Punah

Pertumbuhan eceng gondok yang berlebihan dinilai menghambat aliran sungai dan mengurangi masuknya cahaya matahari ke dalam perairan. Kondisi ini dapat memengaruhi proses fotosintesis fitoplankton dan tumbuhan air lainnya serta menurunkan kadar oksigen di dalam air.

Dampaknya bisa dirasakan oleh organisme perairan seperti ikan dan udang yang bergantung pada kondisi lingkungan yang sehat untuk bertahan hidup. Karena itu, pembersihan dilakukan tidak hanya untuk memperbaiki kondisi sekitar sungai, tapi juga menjaga keseimbangan ekosistem perairan.

Menurut Betty, pengendalian jenis asing invasif ini memiliki keterkaitan dengan tugas pihaknya dalam menjaga keamanan hayati, tidak hanya mengawasi lalu lintas hewan, ikan, tumbuhan, dan produk turunannya, tapi juga berperan dalam mencegah masuk dan tersebarnya ancaman biologis yang dapat mengganggu sumber daya hayati dan lingkungan.

Kegiatan tersebut jadi bagian dari rangkaian Hari Karantina Indonesia ke-149 dan HUT ke-3 Badan Karantina Indonesia. Ia berharap agar pengendalian eceng gondok tidak berhenti pada satu kegiatan, tetapi dilanjutkan melalui kolaborasi antara pihak demi menjaga Sungai Kuala Alam tetap berfungsi dan ekosistem perairannya terpelihara.

"Momentum ini digunakan untuk memperluas pemahaman masyarakat bahwa biosekuriti tidak hanya berkaitan dengan pengawasan di pintu masuk dan keluar, tetapi juga menyentuh upaya menjaga keseimbangan sumber daya hayati di lingkungan," tukasnya. 

Related News