• 15 October 2026

6000 Ekor Benih Nilem Ditebar di Embong Giwangan

uploads/news/2026/10/6000-ekor-benih-nilem-746839673705e35.jpg

Jagad Tani - Pada saat ini perairan umum Indonesia tengah menghadapi tantangan besar akibat aktivitas penangkapan ikan berlebih dan ancaman Jenis Ikan Asing Invasif (JIAI) yang berpotensi menggeser populasi ikan asli Nusantara.

Dalam merespon kondisi tersebut, pada akhirnya dilakukan aksi Restocking (penebaran kembali) Benih Ikan Nilem (Osteochilus vittatus) sebanyak 6.000 ekor di perairan Embung Giwangan, Kota Yogyakarta, pada Kamis (8/10). 

Baca juga: Pokmas Dapat 1500 Benih Ikan, Situ Pladen Berbenah

Benih ikan nilem tersebut didatangkan dari mitra tersertifikasi Cara Karantina Ikan yang Baik (CKIB). Sebelum ditebar, benih-benih ikan tersebut melewati tahapan aklimatisasi (adaptasi suhu dan lingkungan) agar benih dapat langsung bertahan hidup dan tumbuh sehat.

Menurut Budi Susilo, Ketua Panitia HUT Karantina ke-149, kegiatan restocking ini ditujukan untuk melestarikan sumber daya perikanan perairan umum dan memperbanyak populasi ikan-ikan endemik asli Indonesia, salah satunya Ikan Nilem.

"Harapan kami dari pelepasliaran ini, 6.000 benih ikan nilem dapat tumbuh dengan baik dan mengembalikan kesehatan ekosistem perairan," ungkap Budi saat momentum peringatan Hari Karantina ke-149, Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan (BKHIT) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). 

"Kami mengajak seluruh masyarakat, bersama kita jaga Embung Giwangan! Warisan budaya dan alam ini adalah tanggung jawab kita bersama agar kelak dapat terus memberikan manfaat bagi masyarakat," Sambungnya.

Sementara itu, Kasubag Tata Usaha UPT Taman Budaya Kota Yogyakarta, Arbianto, yang turut hadir dalam pelepasliaran tersebut, turut menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasihnya terkait penyebaran benih.

"Terima kasih yang sebesar-besarnya kepada jajaran BKHIT DIY atas kepedulian dan sinerginya. Embung Giwangan bukan hanya sekadar warisan ruang publik dan budaya, tetapi juga elemen lingkungan yang kehidupan di dalamnya harus terus kita rawat," tukasnya.

Related News