• 16 October 2026

Keberadaan Tupai Vampir Terekam di TNKM

Jagad Tani - Bentang alam dan rimba di Indonesia yang tersebar luas belum sepenuhnya tereksplorasi dengan maksimal. Sehingga hewan-hewan baru dan unik, jarang terekspos, misalnya Tupai Vampir yang berasal dari belantara Kalimantan.

Mempunyai nama ilmiah Rheithrosciurus macrotis, tupai berbuntut lebat ini memiliki ukuran tubuh lebih besar ketimbang tupai pada umumnya. Untuk ekor, komposisinya 30% lebih besar dari tubuhnya yang berukuran 36 cm.

Baca juga: Cabai Rawit Sumbang Inflasi Harga Bulan September

Melansir dari laman Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (Ditjen KSDAE) Jenis tupai ini memiliki ekor terbesar di dunia, ekornya disinyalir sebagai sensor navigasi dan penyeimbang akrobatik ketika sang tupai menerkam mangsanya.

Adapun untuk giginya yang kuat, difungsikan sebagai pemecah biji-bijian keras, serta kuku yang runcing dan tajam berguna dalam membantu memanjat pohon. 

Dalam beberapa tahun terkahir, pihak Balai Taman Nasional Kayan Mentarang (Balai TNKM), Kabupaten Malinau, Kalimantan Utara, melakukan pemasangan kamera trap sebanyak puluhan unit yang tersebar di beberapa resor untuk merekam dan memotret setiap aktivitas satwa liar.

Bahkan Tupai Vampir Kalimantan berhasil terekam di Resor Pujungan SPTN III Long Ampung pada tahun 2023-2024, dan bulan Agustus 2026, Tim Resor Apau Kayan SPTN III Long Ampung berhasil merekamnya melalui kamera tele, baik berupa foto maupun video.

Berdasarkan hasil rekaman tersebut, aktivitas Tupai Vampir aktif pada siang hingga sore hari. Sebagian besar aktivitasnya berada di lantai hutan, mencari biji-bijian buah hutan, dan sesekali kadang bertengger di dahan pohon sedang memakan buah hutan.

Selain terdokumentasi di SPTN III Long Ampung, Tupai Vampir juga turut terdokumentasi di Resor Krayan SPTN I Long Bawan dan Resor Sungai Bahau SPTN II Long Alango.

Menurut Kepala Balai TNKM, Seno Pramudito, keanekaragaman hayati baik tumbuhan maupun satwa liar termasuk ekosistemnya di kawasan TN Kayan Mentarang masih belum semua terungkap mengingat luasnya kawasan.

"Sampai dengan saat ini berdasarkan hasil rekaman pada aplikasi SMART Patrol, setidaknya kawasan TNKM yang telah di patrol dan atau di survey/eksplorasi diperkirakan sekitar 20% dari total kawasan yang ada data sebaran temuan tumbuhan dan satwa liar," jelasnya.

Pemasangan kamera trap, dinilai merupakan salah satu cara untuk mengetahui kehidupan satwa. Di mana satwa liar terutama satwa teresterial yang sangat sulit dijumpai.

"Kalaupun ditemukan adanya keberadaan satwa liar, (hanya ditemukan) melalui pejumpaan tidak langsung dari jejak tapak kaki, fases, bagian tubuh satwa (bulu/rambut/tulang/tanduk), kubangan satwa, bekas cakaran di pohon, dll," ungkapnya.

Lebih lanjut dikatakan, bukan cuma Tupai Vampir yang berhasil diabadikan melalui kamera trap, sebab ada Macan Dahan Kalimantan, Babi Berjenggot, Burung Kuau Raja, Burung Sempidan Biru, Kijang, Kancil, Rusa Sambar, Monyet Ekor Panjang, Beruk, hingga Lutung Banggat.

"Upaya Balai TNKM untuk terus melakukan pengumpulan data tumbuhan dan satwa di dalam kawasan TNKM akan terus diupayakan melalui berbagai instrument kegiatan,” imbuh Seno.

Melalui data dari IUCN Red List, disebutkan bahwa Tupai Vampir Kalimantan masuk dalam kategori Rentan (Vulnerable) akibat faktor perusakan habitat, fragmentasi hutan, dan perburuan.

“Hutan Kalimantan adalah rumah bagi tupai dengan ekor yang luar biasa dan gigi yang sangat tajam. Menurut kepercayaan masyarakat, gigi tupai itu dapat menggorok leher rusa. Meski tampak menggemaskan, menurut para pemburu Dayak di Kalimantan tempat tinggalnya, ia adalah pembunuh berdarah dingin,” tulis Helen Pilcher pada laman Science Focus.

Pada tahun 2020, para peneliti menemukan bahwa gigi-gigi aneh tupai tersebut sebenarnya digunakan untuk memecahkan kacang yang sangat keras, dan bukan untuk menyayat pembuluh darah leher mangsanya. Tupai Vampir memiliki gigi seri panjang dengan lekukan yang dalam di rahang atas dan bawah.

 

Sumber Rujukan: Balai TN Kayan Mentarang

Related News