• 18 October 2026

Salak Sari Intan, Unggulan Lokal Kabupaten Bintan

uploads/news/2026/10/salak-sari-intan-unggulan-447447cb61d7b31.jpg

Jagad Tani - Pengembangan perkebunan Salak Sari Intan di Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) bisa menjadi salah satu potensi unggulan pertanian daerah yang mampu memperkuat kemandirian pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.

Hal tersebut disampaikan Wakil Gubernur Kepulauan Riau Nyanyang Haris Pratamura yang juga menjabat Ketua HKTI Provinsi Kepri saat kunjungan lapangan ke Perkebunan Salak Sari Intan di Jalan Bumi Indah Gesek KM 25, Kabupaten Bintan.

Baca juga: Tembus Rp127.604/Kg, Cabai Rawit Sulut Kini Disuplai Jatim

Menurut Nyanyang, potensi komoditas salak di Kepri, terus dikembangkan petani, meski di tengah tantangan pertanian wilayah kepulauan, seperti perubahan cuaca, curah hujan yang tidak menentu, dan kondisi tanah yang membutuhkan teknik budidaya khusus.

“Keberhasilan mengembangkan Perkebunan Salak Sari Intan ini bukan sekadar urusan bercocok tanam biasa. Ini merupakan bukti bahwa dengan dedikasi, disiplin, dan inovasi, tanah Bintan mampu menghasilkan buah unggulan,” ujarnya dalam siaran pers dikutip Minggu (18/10).

Dilanjutkan Nyanyang, pengembangan pertanian di Kepri membutuhkan sinergi yang kuat antar pihak mulai dari HKTI, kelompok tani, penyuluh, pemerintah dan pelaku usaha agribisnis.

Melalui kolaborasi tersebut, petani bisa memperoleh pendampingan, akses sarana produksi, serta dukungan untuk meningkatkan kualitas dan daya saing hasil pertanian.

Perkebunan produktif seperti Salak Sari Intan, lanjut Nyanyang, memiliki potensi untuk mengurangi ketergantungan Kepri terhadap pasokan buah dari luar daerah.

Tentunya jika dikembangkan secara optimal dan terintegrasi dengan sektor pariwisata melalui konsep agrowisata, perkebunan ini juga berpeluang menciptakan sumber pendapatan baru bagi masyarakat.

Pengembangan tersebut bisa menggerakkan berbagai sektor pendukung, mulai dari kuliner, transportasi, hingga usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Sehingga, manfaat pertanian dapat berkontribusi terhadap penguatan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.

Oleh karena itu, Nyanyang meminta Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Kesehatan Hewan Kepri bersama jajaran HKTI agar terus meningkatkan pendampingan teknis, dukungan bibit unggul, serta pelatihan pemasaran digital bagi petani.

“Jangan biarkan petani kita berjalan sendiri dalam menghadapi tantangan iklim dan persaingan pasar yang semakin dinamis. Pendampingan dan dukungan yang berkelanjutan sangat diperlukan agar produk pertanian lokal semakin berkualitas dan mampu bersaing,” katanya.

Nyanyang pun berharap agar Perkebunan Salak Sari Intan dapat terus berkembang, dan menjadi contoh pengembangan dari komoditas hortikultura yang produktif di Kepri.

"Dengan dukungan dan kolaborasi berbagai pihak, potensi pertanian lokal diharapkan semakin berdaya saing, memperkuat kemandirian pangan, serta meningkatkan kesejahteraan petani," pungkasnya.

Related News