Bersihkan Udara Dalam Rumah, Tanam Lidah Mertua
Jagad Tani - Polusi udara tidak hanya terjadi di jalan raya, tetapi juga mengintai di balik pintu rumah kita akibat emisi bahan kimia rumah tangga, asap rokok, hingga sirkulasi udara di ruangan yang tertutup, dan Lidah Mertua (Sansevieria trifasciata) bisa menjadi solusi.
Dalam tulisan yang berjudul “15 Jenis Tanaman Hias yang Bisa Membersihkan Udara di Dalam Rumah”, dituliskan jika tanaman sukulen lidah mertua ini bisa menjadi pembersih udara di tengah kepungan polutan yang ada di dalam rumah.
Baca juga: Mengapa Ikan Bloso Dijuluki Ikan Bodoh
Tentunya paparan polusi udara yang masuk ke dalam ruangan atau di dalam rumah ini berpotensi menjadi pemicu berbagai gangguan kesehatan, mulai dari pusing, batuk, iritasi mata, hingga sesak napas.
Berasal dari wilayah tropis di Afrika Barat, tanaman lidah mertua dikenal mampu bertahan hidup walaupun berada di ruangan dengan cahaya yang minim dan jarang disiram, sekaligus efektif dalam menyaring udara dalam ruangan.
Hal tersebut dibuktikan lewat laporan penelitian Adella Novianti Nurdin dari Poltekkes Kemenkes Jakarta II berjudul “Uji Coba Efektivitas Sansevieria Trifasciata dengan Inovasi Air Purifier Berbasis Eco-Friendly (Sansevieria Air Purifier) untuk Mereduksi Kadar Polutan Karbon Monoksida (CO) dalam Ruang Tahun 2023”.
Melalui penelitian tersebut, penggunaan sistem inovasi Sansevieria Air Purifier yang dipadukan dengan tanaman Sansevieria trifasciata usia 3 bulan secara signifikan mampu mereduksi polutan Karbon Monoksida (CO) dari asap rokok hingga 99,9% hanya dalam waktu 30 menit.
Adapun kadar gas CO berbahaya yang awalnya berada di angka rata-rata 23.198 ppm berhasil dipangkas secara dramatis hingga tersisa 3 sampai 5 ppm saja.
Bagaimana sehelai daun hijau sanggup melakukan pekerjaan penyaringan? Disebutkan bahwa rahasia utamanya terletak pada kandungan senyawa metabolit sekunder bernama pregnane glycoside, serta kombinasi senyawa glikosida, alkaloid, dan fenol di dalam daunnya.
Ketika stomata daun menyerap gas Karbon Monoksida dan pencemar udara lainnya, senyawa pregnane glycoside dengan segera mengikat molekul racun tersebut dan mentransportasikannya menuju sistem perakaran.
Di area akar, mikroorganisme tanah bekerja sama melakukan proses detoksifikasi (metabolic breakdown), mengubah gas berbahaya menjadi asam organik, asam amino, dan gula yang bermanfaat bagi pertumbuhan tanaman.
Proses penetralan ini berlangsung secara kontinu sepanjang hidup tanaman karena molekul polutan tersebut dimanfaatkan kembali sebagai bahan pendukung fotosintesis.
Bukan cuma itu, keunikan biologis Lidah Mertua juga diperkuat oleh kemampuannya melakukan metabolisme Crassulacean Acid Metabolism (CAM), yang membuka stomata daunnya pada malam hari untuk menyerap karbon dioksida tanpa risiko kehilangan kelembaban.
Laporan teknis National Aeronautics and Space Administration (NASA) berjudul “Interior Landscape Plants for Indoor Air Pollution Abatement” karya B.C. Wolverton, A. Johnson, dan K. Bounds turut mengonfirmasi bahwa keluarga Sansevieria mampu menyerap lebih dari 100 jenis racun udara termasuk formaldehida, benzena, dan trikloroetilen sehingga sangat efektif meredakan gejala Sick Building Syndrome di ruangan tertutup.
Oleh karena itu, menghadirkan tanaman hias ini di dalam rumah tidak hanya berfungsi untuk mempercantik ruangan, tapi juga memberi manfaat kesehatan sebagai pembersih alami udara yang mampu menyerap polutan, hingga mengurangi risiko alergi pernapasan.

