• 23 October 2026

Kelompok Tani Berkat Setia Sukses Panen Kacang

uploads/news/2026/10/kelompok-tani-berkat-setia-2657090523bafe9.jpeg

Jagad Tani - Pengembangan komoditas unggulan daerah, baru-baru ini diwujudkan oleh Kelompok Tani Berkat Setia melalui panen kacang tanah di Desa Pinangkara, Kecamatan Amuntai Tengah, Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel).

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kalsel, Syamsir Rahman, menilai keberhasilan kelompok tani dalam mengembangkan komoditas kacang tanah, menjadi motivasi untuk meningkatkan pemanfaatan potensi lahan pertanian di daerah.

Baca juga: Nilai Ekspor Perkebunan Indonesia Mencapai Rp503,3 Triliun

“Panen ini menunjukkan bahwa potensi pertanian daerah masih sangat besar untuk dikembangkan. Kami berharap keberhasilan ini dapat mendorong petani semakin produktif sekaligus meningkatkan kesejahteraan mereka,” ujarnya, Jumat (23/10).

Menurut Syamsir, panen kacang tanah yang dilangsungkan di Desa Pinangkara memperlihatkan jika potensi lahan setempat mampu mendukung pertumbuhan tanaman.

“Kondisi tanah yang relatif gembur menjadi salah satu faktor pendukung dalam pengembangan komoditas tersebut,” terangnya sembari menjelaskan soal potensi pertanian di kawasan Pinangkara yang masih terbuka luas. 

Meskipun areal yang berpotensi dikembangkan untuk tanaman hortikultura di Pinangkara diperkirakan mencapai hampir 1.000 hektare, namun luas lahan yang bisa dikelola secara optimal saat ini diperkirakan sekitar 700 hektare.

Melihat potensi tersebut, kawasan ini direncanakan bakal diusulkan sebagai sentra pengembangan tanaman hortikultura, untuk mendorong diversifikasi komoditas, memperluas peluang usaha petani, dan memperkuat pertumbuhan ekonomi masyarakat berbasis pertanian.

Sementara itu, Syahriannoor selaku Kepala Seksi Aneka Kacang dan Umbi, menjelaskan bahwa Kabupaten Hulu Sungai Utara memperoleh alokasi pengembangan kacang tanah seluas 20 hektare pada 2026.

“Untuk Kabupaten Hulu Sungai Utara, alokasi pengembangan kacang tanah tahun ini seluas 20 hektare. Rinciannya, 10 hektare di Kecamatan Amuntai Tengah dan 10 hektare di Kecamatan Banjang,” ungkapnya.

Dilanjutkan bahwa kegiatan panen di Desa Pinangkara merupakan bagian dari pelaksanaan program pengembangan, untuk panen di wilayah Kecamatan Banjang direncanakan berlanjut di pekan berikutnya.

Pengembangan kacang tanah di Kalimantan Selatan pada tahun ini, lanjut Syahriannoor, yakni mencakup 11 kabupaten. Namun, pelaksanaan penanaman di sejumlah wilayah, dinilai masih menghadapi kendala akibat kondisi cuaca.

Dari sisi pemasaran, hasil panen kacang tanah petani di Desa Pinangkara untuk sementara dijual sebagai bahan konsumsi. Berdasarkan informasi dari petani, harga kacang tanah basah mencapai sekitar Rp40.000 per kilogram.

“Untuk sementara, hasil panen petani dipasarkan untuk kebutuhan konsumsi. Berdasarkan informasi yang kami terima, harga kacang tanah basah berada di kisaran Rp40.000 per kilogram,” tukasnya.

Related News