Tingkatkan Produktivitas, Ratoon Tebu di Kediri Dibongkar
Jagad Tani - Upaya peningkatan produktivitas tebu nasional dilakukan melalui percepatan peremajaan tanaman (bongkar ratoon), penggunaan benih unggul, dan dukungan pengairan, yang ditandai penanaman tebu dalam program bongkar ratoon di Kabupaten Kediri, Jawa Timur.
Langkah tersebut diperkuat melalui sinergi Direktorat Jenderal Perkebunan (Ditjenbun) bersama PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) dengan pekebun tebu. Selain peremajaan tanaman, PT SGN juga menyalurkan 1.000 unit pompa air untuk kebutuhan pengairan lahan tebu di wilayah operasional perusahaan.
Baca juga: Pendapatan Nelayan Barru Meningkat Lewat Apartemen Ikan
Program ini menjadi bagian dari penguatan sektor hulu industri gula. Peremajaan tanaman diharapkan dapat meningkatkan produktivitas lahan, sedangkan dukungan pengairan membantu menjaga pertumbuhan tanaman dan ketersediaan bahan baku bagi pabrik gula.
Plt. Direktur Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian (Kementan), Heru Tri Widarto, mengatakan bongkar ratoon jadi salah satu langkah perbaikan kondisi tanaman tebu yang produktivitasnya sudah menurun. Peremajaannya juga perlu diiringi penggunaan benih unggul, praktik budidaya yang baik, dan pengelolaan air yang sesuai dengan kebutuhan tanaman.
“Peningkatan produktivitas tebu perlu dimulai dari perbaikan di tingkat budidaya. Peremajaan tanaman, penggunaan benih berkualitas, dan dukungan pengairan harus berjalan beriringan agar potensi hasil dapat dicapai secara optimal,” ujar Heru dalam keterangannya Kamis (22/10).
Ia melanjutkan, penguatan produksi tebu melalui perbaikan produktivitas tanaman dan pengembangan kawasan perkebunan, terus dilakukan melalui sinergi dengan perusahaan dan pekebun, untuk menjaga kesinambungan pasokan bahan baku bagi industri gula.
Sementara Direktur Utama PT SGN Mahmudi menyampaikan, peningkatan produktivitas industri gula tidak hanya akan bergantung pada kinerja pabrik, tetapi juga pada kualitas tanaman dan pengelolaan kebun.
"Melalui program 1.000 pompa air dan penguatan kemitraan dengan pekebun, kami berupaya mendukung budidaya yang lebih baik sekaligus memperkuat pasokan bahan baku bagi pabrik gula,” imbuhnya.
Dengan adanya sinergi tersebut, penguatan produksi tebu di hulu, ditambab perbaikan produktivitas tanaman dan dukungan sarana budidaya diharapkan dapat memperkuat industri gula nasional serta mendukung pencapaian swasembada gula.

