• 27 October 2026

Tutup Impor, Harga Singkong Naik Jadi Rp3000/Kg

uploads/news/2026/10/tutup-impor-harga-singkong-48248e723e5b744.jpg

Jagad Tani - Perlindungan terhadap petani singkong dalam negeri, dilakukan melalui penghentian impor singkong. Kebijakan tersebut diambil setelah sejumlah petani Lampung mengeluhkan soal anjloknya harga singkong hingga sekitar Rp700 per kilogram.

Demi menanggapi hal tersebut, Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman, berkomitmen menjaga agar petani singkong dalam negeri tidak dirugikan oleh masuknya produk impor, dan mengambil langkah menutup impor.

Baca juga: Pendapatan Nelayan Barru Meningkat Lewat Apartemen Ikan

“Kalau ada impor, saya tutup,” ungkap Amran dalam keterangan persnya, pada Puncak Peringatan Hari Tani Nasional di Kabupaten Pringsewu, Lampung, Minggu (25/10).

Setelah dilakukan penutupan impor, harga singkong di lapangan atau lebih tepatnya harga singkong di tingkat petani, dinilai oleh Amran sudah naik, yakni mencapai Rp3.000 per kg, dan pemerintah juga menetapkan harga pembelian singkong minimal Rp1.350 per kilogram

Berdasarkan data "Perkembangan Ekspor, Impor dan Neraca Perdagangan Komoditas Ubi Kayu, 2020-2024" oleh Satu Data Pertanian, Volume (Ton) impor Indonesia meningkat sebesar 531,75% dan nilai (USD) impor naik 575,33% pada 2024 dibandingkan 2023.

Jika diakumulasikan pada angka, volume impor tahun 2024 mencapai 306,465 Ton, dengan nilai USD 164,455 juta. Sedangkan di tahun 2023 jumlah volume-nya hanya sekitar 26,923 Ton dan nilainya USD 14,109 juta.

Melalui data resmi Badan Pusat Statistik (BPS) yang diolah oleh Pusat Data dan Teknologi Informasi (Pusdatin), pada tahun 2024 nilai impor dari Thailand mencapai USD 153.917 juta atau 93,59% dari total impor ubi kayu Indonesia. Disusul Vietnam yang nilai impornya mencapai USD 10.488 juta atau 6,38%.

Sebelumnya, petani singkong di Lampung kerap menyampaikan keluhan harga singkong, dengan melakukan demo untuk meminta kenaikan harga. Sebab kenaikan harga, penurunan harga pupuk, dan peningkatan produksi jadi kabar baik bagi keberlangsungan usaha tani mereka.

Di Indonesia, Provinsi Lampung merupakan produsen terbesar singkong atau ubi kayu (Manihot esculenta), dalam laporan "Perkembangan Produksi Ubi Kayu di Provinsi Sentra di Indonesia, 2020-2024" oleh Direktorat Akabi Kementerian Pertanian dan BPS, dari 16,7 juta ton produksi nasional tahun 2024, sebanyak 47,32% atau 7,9 juta ton-nya berasal dari Lampung. 

Jika berkaca pada data di atas, di luar dari jumlah kontribusinya terhadap produksi singkong nasional, kenaikan harga singkong menjadi harga mati bagi petani, menginga

Menurut Tri, perwakilan petani singkong Lampung saat berdialog dengan Amran di Pringsewu, Lampung, Minggu (25/10) mengungkapkan bahwa kondisi usaha tani kini semakin membaik dibandingkan ketika harga singkong sempat merosot hingga Rp700 per kilogram.

"Sekarang harga singkong Rp3.050. Pupuk turun, produksi meningkat, alhamdulillah. Terima kasih," jelas Tri saat menjadi peserta dialog.

 

Related News