• 31 October 2026

Penyebab Harga Pangan di Tanjungpinang Berbeda Antarkios

uploads/news/2026/10/penyebab-harga-pangan-di-293684b748644f8.jpg

Jagad Tani - Meski jenis komoditasnya serupa, harga bahan pangan yang dijual di sejumlah pasar Kota Tanjungpinang tidak selalu sama. Salah satu lokasi yang menjadi sampel pemantauan adalah Pasar Bintan Center.

Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kota Tanjungpinang, Riany, menyebutkan berdasarkan pemantauan harga bahan pangan sering dilakukan di pasar, terjadinya perbedaan harga tersebut dipengaruhi oleh sejumlah faktor. 

Baca juga: Yogyakarta Disiapkan 76 Lokasi Budidaya Ikan Tematik

Mulai dari harga pembelian komoditas oleh si pedagang ke pemasok yang berbeda-beda sehingga harga yang didapat pun berbeda pula, biaya operasional, kualitas barang, hingga ongkos distribusi dari daerah pemasok.

“Sebagian itu setiap hari turun, melakukan survei harga kepada pedagang di pasar, dan Pasar Bintan Center yang kita ambil contoh di situ,” ungkap Riany dalam keterangannya, Jumat (30/10/2026).

Dilanjutkan bahwa, perbedaan harga terjadi karena pedagang memiliki harga pembelian barang yang berbeda. Pedagang yang membeli komoditas dalam jumlah besar biasanya memperoleh harga lebih rendah dibandingkan pedagang yang membeli dalam jumlah sedikit.

“Pada saat pedagang mengambil barang dalam jumlah besar dan kecil, tentu harga yang diambil banyak lebih murah. Itu merupakan sistem perdagangan,” terangnya.

Bukan cuma harga pembelian, biaya operasional juga menjadi salah satu pertimbangan pedagang dalam menentukan harga jual. Biaya sewa kios dan kebutuhan operasional lainnya dapat berbeda antara satu pedagang dengan pedagang lain.

Kualitas barang juga memengaruhi harga, terutama komoditas yang mudah mengalami penurunan kesegaran seperti cabai. Kondisi barang yang baru didatangkan tentu berbeda dengan komoditas yang telah disimpan selama beberapa hari.

“Cabai nomor satu harus dibandingkan dengan cabai nomor satu, jangan cabai nomor satu dibandingkan dengan cabai yang sudah hari ketiga, tentu tidak akan sama,” sambung Riany.

Bahkan faktor distribusi turut memengaruhi harga bahan pangan yang ada di Tanjungpinang. Menurutnya sejumlah komoditas didatangkan dari luar daerah melalui jalur laut maupun udara.

Tentunya perbedaan moda transportasi dan ongkos pengiriman tersebut, ikut memengaruhi biaya yang harus dikeluarkan pedagang sebelum menjual barang kepada konsumen.

Ditambahkan Riany jika Tanjungpinang bukanlah daerah yang menjadi penghasil utama sejumlah bahan pangan. Karena itu, ketersediaan pasokan dan biaya pengiriman menjadi faktor yang turut menentukan harga komoditas di pasar.

Sehingga, ketika jumlah pasokan bahan pangan terbatas dan harga pembelian meningkat, maka para pedagang harus mengeluarkan biaya yang lebih besar untuk menyediakan barang dagangan.

Dalam pengendalian harga, pihaknya turut memantau komoditas yang memiliki ketentuan harga pemerintah, seperti beras dan minyak goreng. Pengawasan juga mencakup beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).

Sementara itu, untuk komoditas lainnya dipantau dengan mempertimbangkan kondisi pasokan dan kualitas barang di pasar. “Yang kita lakukan tentu supaya kenaikan harga tetap terkendali dan tidak memberatkan masyarakat sebagai konsumen,” pungkasnya.

Related News