• 5 November 2026

Burung Sekretaris, Predator Brutal Afrika yang Anggun

uploads/news/2026/11/burung-sekretaris-predator-brutal-520582d77982d3b.png

Jagad Tani - Memiliki tampilan yang menawan dan anggun, Burung Sekretaris (Sagittarius serpentarius) ternyata merupakan salah satu predator mematikan dari sabana Afrika, sebab dapat melumpuhkan mangsanya lewat tendangan kilat.

Dalam laporan National Geographic, burung ini merupakan jenis burung pemangsa yang hidup di sabana, padang rumput yang tingginya kurang dari 50 cm, dan semak belukar.

Baca juga: Buah-Buahan Lokal yang Sudah Jarang Ditemukan Keberadaannya

Persebarannya berada di seluruh Afrika sub-Sahara dari Mauritania selatan di barat hingga Somalia barat laut di timur dan ke selatan melalui Afrika Timur hingga Afrika Tengah bagian selatan dan Afrika Selatan. Namun tidak ditemukan di Cekungan Kongo dan sebagian besar Afrika Barat.

Saat mencari mangsa, burung sekretaris biasanya menggunakan kaki besar serta cakar tajamnya untuk menginjak mangsa hingga mati. Alih-alih terbang mencari mangsa, ia berevolusi menjadi burung pelari yang langkahnya gaduh demi mengusik hewan yang bersembunyi.

Termasuk ke dalam jenis karnivora, ular merupakan makanan favorit dari Burung Sekretaris. Selain itu hewan pengerat kecil, amfibi, dan reptil juga merupakan makanannya.

Burung ini tidak langsung menerjang mangsa dengan paruh, tapi menggunakan kakinya yang panjang, terutama saat menghadapi ular berbisa seperti kobra, tendangan cepatnya menjadi senjata pamungkas menyerang ular.

Melalui tendangan mautnya itu, pada lingkungan yang keras di Afrika, serta habitat tanpa dahan pohon untuk bertengger, kemampuan untuk bergerak cepat di permukaan tanah menjadi aset untuk bertahan hidup dan meneruskan keturunannya.

Berdasarkan jurnal publikasi Current Biology yang berjudul "The fast and forceful kicking strike of the secretary bird" rata-rata kekuatan puncak tendangannya mencapai 195 Newton. Angka ini dinilai mampu memecahkan tengkorak ular atau melumpuhkan sistem saraf mangsanya seketika.

Masuk ke dalam keluarga Sagittariidae atau keluarga burung pemangsa (raptor) berukuran besar, rentang hidupnya mencapai 10-15 tahun, pergerakannya pun dilakukan dengan berjalan kaki dan hanya terbang jika diperlukan, seperti untuk mencapai sarang di pepohonan. 

Menurut World Land Trust, Burung Sekretaris mempunyai ukuran yang besar dan mudah dikenali, sebab memiliki ukuran 125-150 cm dari paruh hingga ujung ekor, rentang sayap lebih dari 2 m, dan tinggi 1,2 m dengan kaki panjang berwarna merah muda.

Selain itu, beratnya bisa berada di kisaran 5-9,4 pon, dengan bulu berwarna abu-abu biru pucat di bagian atas dan putih keabu-abuan di bagian bawah, dengan bulu sayap, pantat, perut bagian bawah, sisi belakang.

Untuk bulu tengkuk hitam panjangnya dapat ditegakkan, dan bulu penutup ekor bagian atas berwarna putih. Ekor abu-abu bertingkat memiliki pita subterminal hitam lebar dengan ujung terminal putih dan bulu ekor tengah yang jauh lebih panjang.

Wajahnya tidak berbulu berwarna kuning-oranye hingga merah-oranye menyatu dengan selaput paruh abu-abu biru atau kuning yang melengkung, dan irisnya berwarna cokelat. Sisik pada kaki lebih tebal di bagian depan untuk melindunginya saat menangkap mangsa.

Adapun untuk burung dewasa mempunyai penampilan yang serupa, dengan betinanya yang berukuran sedikit lebih besar, serta warna kebiruannya yang lebih sedikit.

Sementara burung muda dapat dibedakan berdasarkan wajahnya yang lebih kuning, paruh hitam, mata abu-abu, jambul dan ekor yang lebih pendek, serta garis-garis abu-abu pada bulu penutup sayap bagian bawah dan bulu penutup ekor bagian bawah yang berwarna putih.

Namun Burung Sekretaris terdaftar dalam Daftar Merah IUCN Red List sebagai satwa terancam punah (Endangered), akibat penghutanan padang rumput, konversi lahan, penggembalaan ternak yang berlebihan, dan perluasan vegetasi berkayu ke padang rumput di Afrika Selatan. 

Related News