Revitalisasi Tambak Pantura Bekasi Masuki Tahap Verifikasi
Jagad Tani - Kawasan tambak Pantai Utara (Pantura) Jawa Barat di Kabupaten Bekasi telah memasuki tahap verifikasi pada program revitalisasi dan diproyeksikan bakal menjadi peluang kerja bagi masyarakat pesisir.
Endin Samsudin, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bekasi mengatakan, sejumlah perangkat daerah dalam tim terpadu tengah disiapkan sebagai langkah awal pembentukan satuan tugas (Satgas) demi mendukung pelaksanaan program.
Baca juga: Buah-Buahan Lokal yang Sudah Jarang Ditemukan Keberadaannya
“Program revitalisasi Pantura Jawa Barat sudah memasuki tahap verifikasi. Tugas tim terpadu ini melibatkan sejumlah perangkat daerah terkait. Selanjutnya, akan dibentuk Satgas untuk mendukung pelaksanaannya,” ujarnya, Rabu (4/11).
Dilanjutkan bahwa, revitalisasi Pantura Jawa Barat sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN) jadi peluang peningkatan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Bekasi, karena menciptakan lapangan kerja.
“Karena memang kawasan yang akan dikembangkan cukup luas yaitu sekitar 4.000 hektare lebih. Kebutuhan tenaga kerjanya diperkirakan mencapai puluhan ribu. Ini menjadi peluang yang harus kita manfaatkan untuk kepentingan masyarakat,” terangnya.
Sementara itu, Camat Muaragembong, Sukarmawan, mengajak agar seluruh elemen masyarakat mendukung revitalisasi tambak agar setiap tahapan pembangunan bisa berjalan dengan baik.
“Proyek strategis nasional revitalisasi tambak Pantura ini sudah di depan mata dan akan segera dilaksanakan. Mari kita dukung bersama agar seluruh tahapan pembangunan berjalan lancar,” jelasnya.
Ia pun menilai, pengembangan lebih dari 4.000 hektare tambak aktif merupakan peluang bagi masyarakat, utamanya warga pesisir yang berpotensi terlibat dalam pembangunan maupun operasional kawasan.
“Jangan sampai peluang ini disia-siakan. Masyarakat harus mempersiapkan diri dan meningkatkan kemampuan agar bisa mengambil bagian dalam program revitalisasi tambak ini,” terang Sukarmawan.
Program ini dirancang untuk menangani dua persoalan di kawasan utara, yakni kerusakan ekologi pesisir akibat abrasi, degradasi lingkungan, serta belum optimalnya pemanfaatan kawasan ekonomi perikanan atau tambak produktif. Di Jawa Barat, program ini mencakup empat kabupaten, yaitu Bekasi, Karawang, Subang, dan Indramayu.

